UNIVERSITAS Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu kembali mencetak 796 guru profesional. Capaian ini terealisasi melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan batch empat.
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) FTIK UINDak menggelar pengukuhan tersebut di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (30/6/2026). Pihak kampus menyelenggarakan acara ini secara hibrida, yakni daring (online) dan luring (offline).
Rektor UINDak Palu, Profesor Lukman S Thahir, mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
Menurutnya, kerja sama ini sukses mengawal pelaksanaan program PPG hingga selesai.
“Pengukuhan ini menandakan komitmen kuat pemda dan Kemenag dalam meningkatkan kualitas SDM guru. Langkah ini penting untuk mencapai target Indonesia Emas 2045,” ujar Lukman.
Ia juga mengingatkan para guru tentang esensi profesi mereka. Tugas utama guru adalah mengikis ketidaktahuan dan menyebarkan cahaya pengetahuan kepada generasi muda.
“Berikan kasih sayang kepada murid. Jangan memaksakan pikiran Anda kepada mereka, karena anak-anak memiliki alam pikiran sendiri,” tegas Lukman.
Jembatan Persatuan Pendidik Nusantara
Dekan FTIK UINDak, Profesor Saepuddin Mashuri, menjelaskan bahwa 796 peserta tersebut berasal dari pelbagai wilayah di Indonesia.
Sebaran asal peserta yang sangat luas ini membawa pesan penting bagi dunia pendidikan.
Menurut Saepuddin, program PPG bukan sekadar kegiatan akademik biasa.
Program ini menjadi jembatan pemersatu para pendidik dari Sabang sampai Merauke.
“Kami memberikan penghargaan tertinggi untuk perjuangan mahasiswa, dosen pembimbing, guru pamong, dan tim teknis,” ungkapnya.
Saepuddin menegaskan bahwa guru memegang peran sentral dalam ruang kelas. Guru bertindak sebagai pengajar, pendidik, teladan, sekaligus inspirator bagi masa depan anak bangsa.
“Guru yang baik adalah guru yang selalu muridnya rindukan. Mereka rindu bukan karena materi pelajaran, melainkan karena ketulusan dan kasih sayang guru,” pungkasnya.













