Regional

Pemkab Parimo Targetkan Bebas Kusta hingga ke Desa

×

Pemkab Parimo Targetkan Bebas Kusta hingga ke Desa

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase. Dok: HO/Eranesia.id

PEMERINTAH Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan eliminasi kusta di Indonesia.

Bupati Parimo, Erwin Burase menyatakan bahwa daerahnya siap bergerak cepat melakukan aksi nyata di lapangan.

“Kami berkomitmen penuh mengawal percepatan eliminasi kusta ini,” terangnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (14/7/2026).

Menurut Erwin, pihaknya akan memperkuat langkah konkret di lapangan. Caranya lewat instruksi aktif kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Langkah ini mencakup deteksi dini dan jaminan ketersediaan obat.

“Kami juga akan menggencarkan edukasi masif guna menghapus stigma negatif terhadap penderita kusta,” tegasnya.

Sebelumnya, Erwin dan jajaran menghadiri puncak Konferensi Nasional Kusta 2026, Jumat (10/7/2026). Acara tersebut berlangsung di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.

Kementerian Kesehatan RI menginisiasi kegiatan ini. Tema yang mereka usung adalah “Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global”. Dalam acara ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin, mendampingi kehadiran Erwin.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah menjadikan penanganan kusta sebagai program prioritas. Hal ini penting demi peningkatan kualitas SDM. Fokus utamanya adalah deteksi dini dan pengobatan konsisten.

Sedangkan Menkes Budi G Sadikin dan Menko PMK Pratikno menyerukan gerakan bersama menghapus stigma buruk. Mereka menegaskan kusta bisa sembuh total jika penanganan bermula sejak dini.

Sementara itu, kehadiran Regional Director WHO WPRO Saia Ma’u Piukala dan WHO Goodwill Ambassador Yohei Sasakawa turut memberi dampak positif. Kehadiran mereka memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk akselerasi eliminasi kusta di Indonesia.

Melalui momentum ini, Pemda Parimo berharap semua pihak mengimplementasikan sinergi yang terbangun hingga ke tingkat desa. Tujuannya demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas dari kusta.