UNIVERSITAS Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Sinergi ini bertujuan mempercepat penerbitan visa bagi 21 calon mahasiswa asing.
Para mahasiswa datang dari pelbagai negara tersebut akan menempuh studi di UIN Datokarama pada tahun 2026.
Rektor UINDak Palu, Profesor Lukman S Thahir, menyampaikan langsung kabar tersebut di Palu. Menurutnya, pihaknya telah mengirim surat permohonan rekomendasi ke Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenag RI.
“Rekomendasi dari Kemenag RI akan memperkuat kelengkapan administrasi kami. Dokumen ini penting untuk pengurusan visa di Kementerian Hukum dan HAM RI,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Sabtu (11/7/2026).
Saat ini, UINDak melalui Pusat Hubungan Internasional terus berkomunikasi aktif dengan para calon mahasiswa. Mereka memilih program sarjana (S1) dan sedang bersiap menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kedatangan mereka semakin memantapkan langkah kampus menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
Hasil Seleksi Ketat dari Ratusan Pendaftar
Kepala Pusat Hubungan Internasional UINDak, Doktor Darlis, merinci asal negara para mahasiswa baru tersebut. Sebanyak 21 mahasiswa asing ini berasal dari 11 negara yang berbeda:
Asal Negara Jumlah Mahasiswa Palestina 5 orang Pakistan 4 orang Nigeria 3 orang Afghanistan 2 orang Pantai Gading, Ethiopia, India, Mali, Somalia, Thailand, Yaman Masing-masing 1 orang
Doktor Darlis menjelaskan bahwa para mahasiswa ini telah melewati proses seleksi yang sangat ketat.
“Pendaftar ke UIN Datokarama mencapai 486 orang dari 23 negara. Sebanyak 176 pendaftar lolos seleksi berkas, dan akhirnya hanya 21 orang yang lulus tahap wawancara,” ungkap Darlis.
Dukungan penuh dan kolaborasi solid dari Kemenag RI mempermudah proses ini. Kampus optimistis kehadiran mahasiswa asing ini menjadi katalis utama bagi UINDak Palu untuk berkibar di panggung pendidikan global.













