EkonomiRegional

Lewat Program Palu Mapan, Pemkot Palu Panen Raya Bawang Merah di Duyu

×

Lewat Program Palu Mapan, Pemkot Palu Panen Raya Bawang Merah di Duyu

Sebarkan artikel ini
Panen tersebut merupakan hasil budidaya bawang merah yang ditanam sekitar dua bulan lalu, tepatnya pada akhir Juni 2026. Foto: Rusdia/Eranesia.id

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan. Langkah ini sekaligus bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui Program Palu Mapan tingkat kelurahan.

Pemkot Palu menandai komitmen tersebut dengan memanen komoditas bawang merah di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Senin (31/8/2026).

Petani memanen hasil budidaya bawang merah yang mereka tanam sekitar dua bulan lalu. Mereka melakukan penanaman perdana pada akhir Juni 2026.

Saat penanaman, jajaran Pemkot Palu turut menghadiri kegiatan tersebut. Beberapa hari setelahnya, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid meninjau lokasi secara langsung bersama Sekretaris Kota dan Asisten II Setda Kota Palu.

Pada kegiatan panen kali ini, Hadianto kembali hadir bersama jajaran pemerintah. Kehadirannya untuk melihat langsung hasil program yang melibatkan masyarakat tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada warga yang telah mendukung penuh program pemerintah ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga yang merespons baik program ini. Alhamdulillah, hari ini salah satu warga pemilik lahan turut menguatkan upaya Pemerintah Kota Palu dalam menjaga ketersediaan komoditas, khususnya kebutuhan pokok,” ujar Hadianto seusai memanen bawang merah.

Wali kota juga berterima kasih kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu. Ia memuji para penyuluh pertanian yang konsisten mengawal program hingga masa panen.

“Saya berterima kasih kepada DPKP Kota Palu dan para penyuluh yang terus mengawal program ini. Kami berharap program ini terus berjalan dan semakin berkembang,” katanya.

Hadianto mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil panen yang menggembirakan. Dari 50 kilogram benih di lahan seluas 1.000 meter persegi, petani berhasil memanen sekitar 400 kilogram bawang merah.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas program. Pemberdayaan pertanian Pemkot Palu terbukti memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya mendampingi proses budidaya. Pemkot juga memberikan dukungan penuh dari penyediaan benih, pupuk, hingga pemasaran hasil panen.

“Pemerintah Kota Palu menyiapkan penuh kebutuhan seperti benih, pupuk, dan sarana lainnya. Bahkan pemerintah memfasilitasi penyaluran ke pasar tanpa mengambil keuntungan sedikit pun dari petani,” tegas Hadianto.

Siapkan Skema Pemasaran

Sementara itu, Kepala DPKP Kota Palu, Lukman, menyebut pemerintah telah menyiapkan skema pemasaran. Pemerintah mengambil langkah ini agar pasar menyerap hasil panen petani secara optimal.

“Terkait pemasaran, setidaknya ada dua sasaran utama. Pertama, untuk menyuplai penjualan di Car Free Day setiap hari Minggu, dan kedua, menyalurkan produk kepada para pengecer di Pasar Manonda,” jelas Lukman.

Melalui Program Palu Mapan di tingkat kelurahan, Pemkot Palu berharap partisipasi warga meningkat. Warga terdorong memanfaatkan lahan produktif untuk budidaya pangan.

Selain menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok, program ini memiliki tujuan besar. Keberhasilannya mampu mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan petani lokal.