KANWIL Ditjenpas Sulteng menjamin pelaksanaan SKD Catar Poltekimipas 2026 berlangsung transparan. Selain itu, seleksi ini berjalan bebas dari praktik KKN.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman, menegaskan hal itu melalui Kabag TUM, Maulana Luthfiyanto.
Selanjutnya, Maulana menyampaikan penegasan tersebut saat Bimtek SKD virtual, Kamis (10/9/2026). Dalam acara itu, panitia menghadirkan narasumber dari BKN.
Oleh karena itu, Maulana meminta Panitia Daerah mengawal seluruh tahapan sesuai aturan. Panitia tidak memberi perlakuan khusus maupun ruang intervensi bagi siapa pun.
“Seleksi harus profesional, objektif, dan transparan. Tidak boleh ada intervensi maupun KKN. Semua peserta punya kesempatan yang sama,” tegas Maulana.
Sementara itu, panitia mengandalkan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN dalam ujian ini. Hasilnya, nilai tes murni mencerminkan kemampuan peserta. Bahkan, pihak penyelenggara juga tidak memungut biaya seleksi alias Rp0.
Di sisi lain, Maulana mengingatkan peserta agar tidak percaya pada oknum calo. Sebab, perjuangan peserta menentukan kelulusan mereka sendiri tanpa jual beli jabatan.
“Seleksi ini gratis. Jangan percaya pihak yang menjanjikan kelulusan dengan uang. Jika ada yang meminta uang, segera laporkan,” ujar Maulana.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Humas Panitia Daerah Sulteng, Roni Andika, meminta peserta hanya memantau informasi resmi. Maka dari itu, panitia mengunggah informasi terbaru di situs catar.kemenimipas.co.id dan Instagram @catar.imipas.
“Jika menemukan indikasi penipuan atau pungli, segera laporkan. Kami menyediakan saluran pengaduan resmi,” terang Roni.
Ditjenpas Sulteng bersama panitia terus memperketat pengawasan di lapangan. Langkah ini menjamin proses seleksi 2026 berjalan bersih dan adil.













