OTORITAS Jasa Keuangan meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) untuk mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal, khususnya melalui reksa dana.
OJK menggelar peluncuran program ini di Main Hall Bursa Efek Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Wisyasari Dewi, hadir bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Friderica menegaskan, program ini memperluas partisipasi investor sekaligus memperkuat integritas pasar modal Indonesia.
“Program ini menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (28/4/2026).
Friderica menambahkan, OJK harus meningkatkan jumlah investor seiring dengan penguatan tata kelola pasar.
Sementara itu, Purbaya menyatakan, kondisi pasar modal Indonesia semakin membaik dan aman bagi investor. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan program ini untuk berinvestasi secara rutin.
“Pasar modal kita semakin kuat dan aman. Ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi,” katanya.
Sedangkan Airlangga menilai, program ini dapat memperluas akses investasi, terutama bagi generasi muda.
“Pasar modal harus inklusif dan berkelanjutan agar dapat mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut peluncuran PINTAR Reksa Dana sebagai langkah strategis untuk mempercepat inklusi investasi.
Ia menjelaskan, OJK mengintegrasikan program ini dengan Program SIMUDA dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses investor, termasuk pemula.
“Pendalaman pasar tidak hanya bergantung pada jumlah investor, tetapi juga pada kualitas ekosistem pasar,” jelasnya.
Saat ini, sebanyak 30 manajer investasi dan 26 agen penjual efek reksa dana (APERD) telah bergabung dalam program tersebut.
OJK juga membuka Pekan Reksa Dana 2026 bersamaan dengan peluncuran program ini. Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia menggelar kegiatan tersebut pada 25 April hingga 1 Mei 2026.
Ketua Presidium APRDI, Lolita Lilana, mengatakan industri reksa dana membutuhkan inovasi agar semakin diminati masyarakat.
“Program ini mendorong masyarakat berinvestasi secara rutin dan terencana,” ujarnya.
APRDI bersama OJK sebelumnya menggelar edukasi di sejumlah kota dan menjangkau ribuan peserta, termasuk mahasiswa dan jurnalis.
OJK berharap program PINTAR Reksa Dana berkembang menjadi kampanye nasional yang berkelanjutan dan membangun kebiasaan investasi sejak dini.
Rilis | Editor : Muh Taufan













