OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai bagian dari Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025.
OJK Sulteng menggelar Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri, Migrasi Aman, dan Literasi Keuangan sekaligus meluncurkan Buku Saku Literasi Keuangan bagi Calon PMI bertema “PMI Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju” di STIKES Bala Keselamatan Palu.
OJK Sulteng dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulteng membekali calon PMI tentang pengelolaan keuangan, penggunaan layanan jasa keuangan formal, kewaspadaan terhadap penipuan, serta pentingnya migrasi aman dan legal.
Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra mengatakan, pekerja migran Indonesia memberi kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi.
Data Bank Indonesia mencatat remitansi PMI pada 2024 mencapai 15,70 miliar dolar AS atau sekitar Rp263,8 triliun.
Nilai tersebut menjadi penghasil devisa terbesar kedua setelah migas.
“Melalui kegiatan ini, OJK mendorong calon PMI agar tidak hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu mengelola pendapatan secara bijak, aman, dan produktif,” kata Bonny dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Rabu (13/4/2026).
Ia menegaskan, peningkatan literasi keuangan penting untuk mencegah penipuan, utang tidak sehat, penyalahgunaan rekening dan data pribadi, hingga kejahatan keuangan digital.
Narasumber dari OJK, pelaku usaha jasa keuangan, dan stakeholder terkait menyampaikan materi tentang pengelolaan keuangan, layanan jasa keuangan formal, perlindungan data pribadi, aktivitas keuangan ilegal, peluang kerja luar negeri, dan prosedur migrasi aman.
Sebanyak 150 mahasiswa, calon PMI, akademisi, dan stakeholder mengikuti kegiatan tersebut.
OJK Sulteng berharap calon PMI memiliki kesiapan finansial yang baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga.
Rilis | Editor : Muh Taufan













