PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan, Palu menerima kunjungan tim Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pantoloan. Tim Bea Cukai datang untuk menggelar survei lapangan. Agenda ini merupakan bagian penting dalam penetapan kawasan kepabeanan di Pelabuhan Pantoloan, Sulawesi Tengah.
Survei ini bertujuan memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan sistem pengawasan terminal. Tim juga mencocokkan area usulan dengan ketentuan kepabeanan yang berlaku. Verifikasi ini menjadi tahapan krusial sebelum penerbitan status kawasan kepabeanan resmi.
Terminal Head PT Pelindo TPK Pantoloan, Chaerur Rijal, mengapresiasi sinergi antara Pelindo dan Bea Cukai Pantoloan. Menurutnya, kolaborasi ini mendukung peningkatan tata kelola layanan kepelabuhanan.
“Kami menyambut baik survei lapangan ini. Langkah ini merupakan upaya bersama demi mewujudkan kawasan kepabeanan berstandar baku. TPK Pantoloan berkomitmen mendukung seluruh proses. Kami ingin meningkatkan kualitas pelayanan, efektivitas pengawasan, dan kelancaran arus logistik,” ujar Chaerur.
Menurutnya, penetapan status ini akan memperkuat posisi Pelabuhan Pantoloan. Pelabuhan akan menjadi simpul logistik strategis di Sulawesi Tengah. Dampak positifnya akan langsung mengoptimalkan aktivitas ekspor, impor, dan distribusi barang.
Saat ini, Pelabuhan Pantoloan melayani komoditas ekspor unggulan daerah. Di antaranya adalah durian montong asal Kabupaten Parigi Moutong serta kelapa beserta produk turunannya.
Pasar kedua komoditas tersebut terus berkembang pesat. Oleh karena itu, dukungan infrastruktur dan layanan logistik yang andal menjadi kebutuhan mutlak.
Chaerur menambahkan, status kawasan kepabeanan akan membuka banyak peluang baru. Fasilitas terminal peti kemas akan menopang peningkatan layanan ekspor secara signifikan.
Layanan tersebut mencakup penanganan peti kemas berpendingin (reefer container) dan layanan pengisian (stuffing) komoditas. Selain itu, status baru ini akan memperkuat kolaborasi bersama eksportir, perusahaan pelayaran, dan instansi terkait.
“Durian montong Parigi Moutong dan kelapa berkontribusi penting bagi ekspor Sulawesi Tengah. Kami berharap infrastruktur peti kemas yang lebih baik dapat mendongkrak daya saing produk daerah di pasar global. Langkah ini juga akan memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” imbuh Chaerur.
Pada kesempatan yang sama, Pejabat Pemeriksa Bea dan Cukai (P2) KPPBC Pantoloan, I Made Nukeyada, memberikan penjelasan tambahan. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara pada April 2026 lalu.
“Tim memverifikasi langsung kesiapan fasilitas dan area operasional Pelindo TPK Pantoloan. Kami mengecek lapangan penumpukan dan TPFT (Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu). Fasilitas ini berfungsi sebagai pendukung pemeriksaan barang. Hasil survei ini akan menjadi bahan laporan untuk proses penetapan kawasan kepabeanan,” pungkas Nukeyada.













