KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah sukses membina Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Salah satunya, PT Zamzam Karya Sejati.
Perusahaan itu memproduksi oleh-oleh khas Palu dengan produk unggulan bawang goreng.
Pimpinan PT Zamzam Karya Sejati, Jaliha Rorimpandey, menceritakan awal mula usahanya.
Ia merintis Lia Cafe setelah bencana gempa Palu 2018. Seiring waktu, Jaliha kemudian fokus mengembangkan pusat oleh-oleh khas Palu. Usahanya kini merangkul dan memasarkan pelbagai produk UMKM lokal.
Lewat usahanya, Dinas Koperasi Sulteng mengutus Jaliha mengikuti onboarding Bank Indonesia pada 2024. Jaliha berhasil meraih peringkat terbaik pertama dalam program tersebut.
Sejak saat itu, Bank Indonesia terus mendampingi perkembangan usaha Jaliha. Bank Indonesia bahkan memfasilitasi peningkatan kapasitas usaha, promosi, hingga pameran nasional.
Baru-baru ini, Bank Indonesia memberangkatkan Jaliha ke Yogyakarta untuk mengikuti program IKRA. Jaliha dan dua UMKM lain berhasil lulus dalam program syariah tersebut.
“Bank Indonesia membimbing UMKM berpotensi secara berkelanjutan hingga naik kelas,” ungkap Jaliha di sela kegiatan Posalia Sulteng Digifest 2026 di Palu, Sabtu (14/8/2026).
Bank Indonesia memberikan pendampingan yang sangat luas. Lembaga ini membantu legalitas usaha, sertifikasi halal, dan manajemen bisnis.
Selain itu, Bank Indonesia membuka akses pembiayaan serta pasar internasional bagi pelaku usaha.
PT Zamzam Karya Sejati kini memamerkan produk unggulannya pada Posalia Sulteng Digifest 2026.
Stand mereka menghadirkan varian bawang goreng original, panggang, pedas, hingga varian ikan duo. Jaliha berharap produknya dapat segera menembus pasar ekspor.














