PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperluas pengembangan sektor pertanian di sekitar kawasan industri. Perusahaan tak hanya membina kelompok tani, tetapi juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras).
Terbaru, IMIP menyalurkan bantuan kepada Kelompok Tani (Poktan) Bumi Air di Desa Makarti. Poktan ini merupakan binaan baru yang terbentuk enam bulan lalu.
Section Head Ekonomi Pilar CSR PT IMIP, Tarya, menyebut program ini merangkul petani individu menjadi kelompok yang solid. Selain legalitas, IMIP memberikan modal awal sarpras pertanian.
“Penyaluran sarpras ini memperkuat posisi tawar petani, mempermudah akses subsidi, dan memfasilitasi transfer pengetahuan,” ujar Tarya, Rabu (28/10/2026).
Ia merinci bantuan tersebut meliputi mesin bedengan, kultivator, sprayer, pupuk, nutrisi hidroponik, hingga benih buah.
Selain itu, Tarya menegaskan IMIP terus mendorong pembangunan berkelanjutan. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat kemandirian ekonomi petani lokal di Kabupaten Morowali.
“Tim CSR IMIP intens melakukan pembinaan berkelanjutan. Pembinaan mencakup teknik budi daya,manajemen kelompok, hingga standar kualitas,” jelas Tarya.
Sebelumnya, PT IMIP juga telah menyerahkan bantuan serupa kepada tiga Poktan di Bahodopi, Keurea, dan Bahomakmur. Bantuan meliputi belasan unit mesin, ratusan karung pupuk, serta ratusan paket bibit.
Dukungan tersebut membantu petani mengolah lahan secara efisien untuk meningkatkan produktivitas.
Sementara itu, Ketua Poktan Bumi Air, Salahudin, mengungkapkan kelompoknya memulakan kegiatan dengan menanam semangka dan melon. Mereka juga menerima bantuan fasilitas hidroponik dan pondok kerja.
“Kami berharap IMIP dapat menyerap langsung hasil panen untuk kebutuhan kawasan,” kata Salahudin.
Ia mengapresiasi manajemen IMIP yang telah memfasilitasi pengolahan lahan seluas satu hektare tersebut.













