DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut Kementerian Keuangan menyetujui anggaran Rp5 triliun untuk pembangunan 100 gudang baru. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung peningkatan produksi beras nasional.
“Anggaran sudah mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (25/4/2026).
Ahmad menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk membangun gudang dengan teknologi terbaru. Teknologi itu dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menurutnya, teknologi tersebut mampu menjaga kualitas beras hingga dua tahun tanpa proses fumigasi.
“Kami sudah bekerja sama dengan BRIN sejak beberapa bulan lalu. Teknologi ini akan kami terapkan di gudang baru,” kata Rizal.
Selain membangun fasilitas baru, Bulog juga akan melakukan renovasi bertahap terhadap gudang lama. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas penyimpanan beras di seluruh jaringan Bulog.
Dengan sistem baru tersebut, Rizal menegaskan beras akan lebih higienis dan aman dikonsumsi dalam jangka panjang.
“Beras akan lebih sehat dan tidak lagi menggunakan bahan kimia tambahan,” ungkapnya.
Rizal juga menjelaskan lokasi pembangunan 100 gudang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 52 gudang berdiri di lahan Bulog, sementara 48 lainnya berasal dari hibah pemerintah daerah.
Total kapasitas penyimpanan mencapai sekitar 900 ribu ton. Menurutnya, kapasitas ini disesuaikan dengan kebutuhan di tiap wilayah.
Ia menambahkan, pembangunan akan segera dimulai setelah proses administrasi selesai. Pelaksanaannya akan melibatkan BUMN karya sebagai pelaksana konstruksi.
“Begitu penandatanganan selesai, pembangunan langsung berjalan bersama BUMN karya,” tandas Rizal.














