Nasional

Suhu Panas Ekstrem Diprediksi Terjadi di Makkah Saat Puncak Haji

×

Suhu Panas Ekstrem Diprediksi Terjadi di Makkah Saat Puncak Haji

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi umat muslim melaksanakan ibadah haji saat cuaca panas di Makkah. Dok: AI Gemini/Eranesia.id

KOTA Makkah masih menghadapi suhu panas ekstrem saat memasuki fase puncak ibadah haji yang mulai berlangsung pada Senin (25/5/2026). Data Early Warning System (EWS) Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memprediksi suhu udara pada siang hari menembus 43 derajat Celsius.

Laporan cuaca pada Minggu (24/5/2026) menunjukkan suhu udara pagi hari berada di kisaran 30 derajat Celsius. Saat siang, suhu melonjak tajam hingga mencapai 43 derajat Celsius. Pada sore hari, suhu turun ke sekitar 39 derajat Celsius, sedangkan malam hari berada di angka 36 derajat Celsius.

Prakiraan cuaca untuk Senin menempatkan suhu minimum di angka 30 derajat Celsius, sementara suhu maksimum tetap bertahan di 43 derajat Celsius. Tingkat kelembapan rata-rata mencapai 23 persen RH, sedangkan kecepatan angin menyentuh 12 kilometer per jam.

Kementerian Haji dan Umrah menggolongkan suhu antara 40 hingga 45 derajat Celsius sebagai kategori panas menyengat. Karena itu, pihak kementerian meminta jemaah haji 2026 mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari saat suhu mencapai puncaknya.

Jemaah lanjut usia dan jemaah dengan penyakit penyerta sebaiknya memperbanyak ibadah di hotel dan membatasi aktivitas di area terbuka. Jemaah juga perlu memakai masker, payung, topi, kacamata hitam, serta alas kaki untuk mengurangi paparan panas langsung.

Selain itu, jemaah perlu menjaga asupan cairan tubuh dengan rutin mengonsumsi air putih, oralit, dan air zamzam agar terhindar dari dehidrasi.

Tantangan besar

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, sebelumnya mengingatkan bahwa cuaca panas menjadi tantangan besar pada puncak pelaksanaan haji tahun ini. Ia menyebut suhu di Arab Saudi saat fase Armuzna berpotensi mencapai 47 derajat Celsius.

“Pergerakan jemaah Indonesia berlangsung pada 8 Dzulhijah, Senin (25/5) pukul 07.00 WAS. Ini menjadi salah satu fase yang sangat krusial,” kata Dendi, dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu (25/5/2026).

Pemerintah menempatkan petugas di sejumlah titik strategis di Arafah, Muzdalifah, dan Mina untuk menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah. Langkah itu mengantisipasi kepadatan mobilisasi jemaah sekaligus menekan risiko akibat cuaca ekstrem selama puncak haji.