PT Jasa Raharja memperkuat kontribusinya dalam mendukung keselamatan transportasi nasional. Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan komitmen ini di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Ia menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Rapat garapan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub ini sekaligus menyiapkan Angkutan Nataru 2026/2027.
Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, memimpin langsung jalannya rapat. Rapat juga menghadirkan Sekjen Kemenhub Arif Toha Tjahjagama, Kakorlantas Polri Brigjen Aries Syahbudin, dan instansi terkait.
Dalam arahannya, Aan meminta tim mengantisipasi lonjakan mobilitas warga di simpul transportasi dan jalur utama.Petugas harus memetakan titik rawan, mengurai antrean, menyiapkan jalur alternatif, dan menginformasikan rute perjalanan.
Aan menegaskan keselamatan sebagai prioritas utama angkutan Nataru. Operator wajib memastikan kelayakan armada,kesiapan pengemudi, batas kapasitas, dan fungsi alat keselamatan. Petugas juga harus konsisten menguji kelayakan sarana di lapangan.
Peran Jasa Raharja
Muhammad Awaluddin menegaskan Jasa Raharja terus memperluas peran dalam ekosistem keselamatan jalan. Pihaknya tidak hanya membayarkan santunan kecelakaan, tetapi juga gencar melakukan upaya pencegahan.
“Selama ini Jasa Raharja terkenal sebagai administrative payer. Ke depan, kami memperkuat kontribusi sebagai protection provider,” ujar Awaluddin.
Ia menjelaskan, Jasa Raharja tetap memberikan santunan korban. Namun, perusahaan kini hadir lebih proaktif melalui edukasi keselamatan dan percepatan penanganan korban.
Awaluddin menegaskan langkah ini bukan untuk mengambil alih kewenangan instansi lain. Jasa Raharja justru ingin memperkuat sinergi perlindungan masyarakat bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, keselamatan transportasi membutuhkan kerja sama lintas lembaga. Pencegahan kecelakaan, kesiapan prasarana, hingga respons darurat memerlukan integrasi data dan koordinasi yang berkelanjutan.
Jasa Raharja mendorong intervensi khusus pada titik rawan kecelakaan (black spot). Selain itu, perusahaan memprioritaskan penanganan korban pada periode krusial (golden hour).
Jasa Raharja juga mengoptimalkan aplikasi MyJasfren untuk mempercepat laporan insiden. Lewat fitur ini, perusahaan mengedukasi masyarakat tentang Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) demi menyelamatkan korban kecelakaan.













