KEPALA Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menjelaskan alasan di balik keputusan memainkan Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari di dua nomor pada ajang Ruichang China Masters Super 100.
Dalam turnamen yang akan berlangsung di China tersebut, Apriyani tidak hanya tampil di ganda putri bersama Lanny, tetapi juga turun di nomor ganda campuran bersama Taufik Aderya. Sementara itu, Lanny akan berduet dengan Daniel Edgar Marvino di sektor yang sama.
Eng Hian menyebut, kebijakan ini sebagai bagian dari program penjajakan potensi atlet.
“Dengan bermain rangkap, kami ingin melihat potensi lain yang mungkin muncul dari atlet-atlet tersebut,” ujar Eng Hian di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, skema ini juga memberi keuntungan bagi pemain yang lebih muda. Daniel dan Taufik dapat menimba pengalaman dari Apriyani dan Lanny yang lebih senior serta memiliki jam terbang internasional lebih tinggi.
Ia menambahkan, pengembangan kemampuan di dua sektor dapat memperkaya variasi permainan atlet. Langkah ini diharapkan memberi dampak positif terhadap peningkatan kualitas individu maupun kedalaman skuad.
Selain itu, Eng Hian juga memaparkan rencana pasangan baru di sektor ganda campuran. Untuk sementara, tim pelatih memasangkan Aisyah Salsabila Putri Pranata dengan Verrell Yustin Mulia sambil menunggu Marwan Faza pulih dari cedera.
Pasangan Aisyah/Verrell rencananya akan tampil pada ajang Sri Lanka International Series dan International Challenge yang digelar pada Maret mendatang.
Eng Hian menyebut, Verrell yang saat ini belum memiliki pasangan tetap di ganda putra akan fokus berlatih dan berkompetisi di ganda campuran.
Melalui pelbagai kombinasi ini, Pelatnas PBSI berupaya memperluas opsi pasangan sekaligus memaksimalkan potensi atlet di level internasional.
Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan














