PELATIH Timnas Indonesia, John Herdman, menargetkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi markas yang menakutkan bagi lawan. Ia ingin skuad Garuda tampil dominan di kandang sehingga tim-tim lawan gentar saat datang ke Jakarta.
Herdman mulai memimpin Timnas Indonesia sejak awal 2026. Pada Maret lalu, ia mendampingi Rizky Ridho dan rekan-rekannya dalam dua pertandingan perdana. Dari laga tersebut, Herdman merasakan langsung besarnya dukungan suporter Merah Putih.
Ia menilai, atmosfer di Jakarta bisa menjadi kekuatan besar bagi Timnas Indonesia.
“Kami merasa bisa menjadi yang terbaik melalui atmosfer pertandingan di Jakarta. Kami ingin Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi benteng Indonesia. Kami tidak ingin kalah di sini. Kami ingin menciptakan tempat yang membuat lawan enggan datang,” kata Herdman dalam wawancara bersama PSSI yang dikutip dari CNN Indonesia, Senin (1/6/2026).
Herdman menegaskan, kekuatan tim tidak hanya bergantung pada dukungan suporter. Ia menuntut para pemain menampilkan gaya bermain agresif dan berkualitas agar lawan semakin segan.
“Bukan hanya atmosfer dan energi dari para pendukung, tetapi juga gaya bermain sepak bola kami. Kami ingin tim-tim Asia berpikir dua kali ketika datang ke Indonesia,” ujarnya.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu memasang target besar. Ia ingin membawa Indonesia masuk jajaran tim terbaik Asia.
Selain itu, Herdman juga fokus membangun sistem berkinerja tinggi untuk mendorong langkah Indonesia menuju Piala Dunia. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pemain berkualitas internasional untuk mewujudkan target tersebut.
Herdman membagi kebutuhan pemain ke dalam dua kategori. Kategori pertama mencakup pemain yang berkarier di lima liga top Eropa. Kategori kedua meliputi pemain yang berkompetisi di liga kuat di luar lima liga elite Eropa.
Dengan target itu, Herdman optimistis Timnas Indonesia bisa tumbuh menjadi kekuatan baru yang disegani di Asia.













