GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memiliki kapasitas dan rekam jejak yang kuat untuk mengabdi sebagai Menteri Pendidikan di masa depan.
Keberhasilan program beasiswa gratis Berani Cerdas yang digagasnya terbukti meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menyebut Anwar sosok yang layak menyandang predikat “Bapak Pendidikan Sulawesi Tengah”. Komitmen dan konsistensi Anwar dalam memajukan sektor pendidikan menjadi modal penting membangun kepemimpinan nasional.
Efriza menambahkan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat perlu memetakan kader potensial untuk memperkuat posisi partai di panggung politik nasional. Dalam konteks itu, nama Anwar memenuhi kriteria figur strategis.
“Dengan kesuksesannya melalui Berani Cerdas, Demokrat atau bahkan pemerintah pusat bisa melihat Anwar sebagai sosok yang dibutuhkan untuk memajukan pendidikan. Ia berpotensi menjadi Menteri Pendidikan,” ungkap Efriza dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (10/2/2026).
Selain peluang di sektor pendidikan, Anwar juga mampu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Latar belakangnya sebagai lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan pengalaman memimpin mulai dari Bupati Morowali hingga Gubernur Sulteng memperkuat kapabilitasnya.
Efriza menuturkan, bahwa Anwar menonjol sebagai politisi yang sensitif terhadap kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan. Sikap ini menjadi kekuatan utama membangun citra kepemimpinan progresif dan berorientasi masa depan.
“Yang terpenting, Anwar tetap fokus pada sektor pendidikan. Ini menjadi branding positif yang kuat di kancah politik nasional,” ujarnya.
Program Berani Cerdas telah memberikan beasiswa kepada 23.568 mahasiswa, menjadi bukti nyata kepemimpinan yang berorientasi pada pembangunan manusia.
Efriza menilai masyarakat bisa menilai bahwa pemimpin seperti Anwar penting untuk memajukan kualitas pendidikan daerah.
“Jika ingin pendidikan sebuah daerah maju, pemimpin seperti Anwar menjadi contoh tepat,” tandasnya.
Rilis | Editor : Muh Taufan













