STAF Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Republik Indonesia, Gugun Gumilar, memotivasi mahasiswa Universitas Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu. Ia mengajak mereka terus belajar untuk meraih masa depan gemilang melalui pendidikan.
“Pendidikan adalah kunci utama. Dengan pendidikan, kita dapat mengubah diri kita sendiri,” ujar Gugun. Ia menyampaikan hal itu dalam Dialog Kebangsaan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (24/4/2026). Sekitar 200 mahasiswa UINDak mengikuti kegiatan tersebut.
Di hadapan mahasiswa, Gugun mengutip laporan Education at a Glance 2025 dari OECD. Laporan itu mencatat hanya 22,1 persen penduduk usia kerja di Indonesia memiliki gelar universitas. Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 39 persen.
Ia menjelaskan, bahwa sebagian besar penduduk Indonesia masih berhenti di jenjang SMA. Jumlahnya sekitar 30,4 persen. Hampir separuh lainnya belum menamatkan pendidikan menengah. Sekitar 13,1 persen penduduk mengenyam pendidikan tinggi.
Oleh karena itu, Gugun mendorong generasi muda memanfaatkan kesempatan kuliah dengan baik. Ia menyasar mahasiswa strata satu dan strata dua. Menurutnya, langkah ini penting untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud melalui pendidikan,” tegasnya. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam dialog bertema Moderasi Beragama, Generasi Muda, dan Agen Perubahan Bangsa.
Gugun juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi. Hal ini menjadi krusial di era kecerdasan buatan (AI). Ia menilai mahasiswa harus mengikuti perkembangan teknologi. Langkah ini membantu mereka memperluas wawasan dan meningkatkan daya saing.
Selain itu, mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN), termasuk UIN Datokarama, perlu menguasai bahasa internasional. Ia menyebut Bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin sebagai contoh.
“Penguasaan bahasa menjadi jembatan menuju dunia global,” ujarnya.
Gugun juga mengingatkan pentingnya kematangan karakter. Mahasiswa perlu memahami moderasi beragama. Pemahaman ini memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
“Kalian adalah duta moderasi beragama. Kalian menjaga keutuhan bangsa melalui pemikiran jernih dan prestasi nyata,” katanya.
Dialog tersebut turut menghadirkan pimpinan kampus. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Faisal Attamimi dan Wakil Rektor II Bidang AUPK Prof. Hamlan hadir dalam kegiatan itu.
Pimpinan UINDak Palu menyambut kehadiran Gugun secara positif. Mereka menilai sosoknya mampu mendorong mahasiswa keluar dari zona nyaman dan terus berkembang.
Advertorial | Editor : Muh Taufan













