WAKIL Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menegaskan pentingnya sinkronisasi data balita sebagai langkah strategis dalam mendukung program penanganan stunting di Kota Palu.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin pertemuan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di ruang rapat Bappeda Palu.
Pertemuan itu membahas akurasi serta sinkronisasi data balita yang dimiliki berbagai instansi.
Hal ini dilakukan untuk memastikan data yang digunakan pemerintah benar-benar valid dan dapat menjadi dasar pelaksanaan program intervensi stunting secara tepat sasaran.
Imelda menekankan, pentingnya sinergi antarinstansi dalam menyatukan data balita di Kota Palu.
“Sinergi data dari Dukcapil, Dinas Kesehatan, puskesmas, hingga rumah sakit sangat diperlukan agar seluruh data yang masuk valid dan akurat. Dengan begitu, program intervensi stunting yang dilakukan dapat tepat sasaran,” ujarnya kepada Eranesia.id, Senin (4/5/2026).
Menurut Imelda, sinkronisasi data menjadi langkah krusial karena masih ditemukan sejumlah data yang belum sepenuhnya akurat.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan proses pengolahan dan pencocokan data antarinstansi.
“Kita masih dalam tahap awal karena ada beberapa data yang akurasinya belum tepat. Saat ini, data tersebut masih terus kita olah dan sesuaikan,” ungkapnya.
Imelda juga menyampaikan bahwa Pemkot Palu menargetkan proses sinkronisasi data dari seluruh instansi terkait dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan ke depan.
Melalui pertemuan tersebut, Pemkot Palu berharap seluruh OPD dapat memperkuat koordinasi dan integrasi data guna mendukung kebijakan pembangunan kesehatan, khususnya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Palu.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













