KANTOR Imigrasi Kelas I TPI Palu memberikan apresiasi terhadap inovasi aplikasi “Sikabar” yang dikembangkan peserta magang selama menjalani program praktik selama enam bulan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal menilai, inovasi tersebut menjadi pencapaian positif dan berpotensi mendukung sistem administrasi internal di lingkungan kantor imigrasi.
“Inovasi yang dihasilkan peserta magang ini merupakan pencapaian luar biasa. Setiap peserta magang memang memiliki kewajiban membuat satu inovasi sebelum menyelesaikan program praktiknya,” ujarnya kepada sejumlah jurnalis di Palu, Rabu (20/5/2026).
Akmal menjelaskan, aplikasi Sikabar dirancang untuk mendukung tata persuratan internal sekaligus mempermudah proses administrasi di Kantor Imigrasi Palu.
Menurutnya, aplikasi tersebut masih memasuki tahap pengujian dan pengembangan sebelum diterapkan secara penuh di lingkungan kantor.
“Kami masih akan menguji efektivitas aplikasi ini. Jika hasilnya sesuai kebutuhan, maka inovasi ini bisa dikembangkan dan digunakan untuk mendukung tata laksana internal kantor imigrasi,” ungkapnya.
Akmal menambahkan, hasil inovasi peserta magang berpeluang dipaparkan dalam forum di tingkat Direktorat Jenderal Imigrasi.
Forum tersebut mencakup pembahasan terkait ketatalaksanaan, tata persuratan, hingga pengelolaan keuangan.
Selain mendukung administrasi persuratan, aplikasi Sikabar juga dinilai memiliki potensi untuk membantu proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan kantor.
“Kami masih akan menambahkan beberapa kebutuhan dalam aplikasi ini. Jika memungkinkan, maka pengembangannya akan kami lanjutkan, khususnya untuk mendukung bagian ketatausahaan,” jelas Akmal.
Ia menegaskan, pembuatan inovasi aplikasi menjadi salah satu program wajib bagi peserta magang di Kantor Imigrasi Palu.
Selama enam bulan menjalani program praktik, peserta magang mendapat pengalaman di pelbagai bidang layanan keimigrasian.
Mereka mempelajari layanan paspor, izin tinggal, informasi keimigrasian, hingga bidang ketatausahaan di lingkungan Kantor Imigrasi Palu.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













