EkonomiRegional

IMIP Himpun Ide Mahasiswa Lewat Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

×

IMIP Himpun Ide Mahasiswa Lewat Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

Sebarkan artikel ini
Panitia mengangkat sejumlah tema dalam lomba tersebut. Tema itu meliputi strategi penurunan emisi industri smelter nikel, pengelolaan dan pemilahan sampah, serta pemanfaatan limbah industri seperti slag nikel, fly ash, dan bottom ash. Dok: PT IMIP/Eranesia.id

PT Indonesia Morowali Industrial Park menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional bagi mahasiswa D3 hingga S1 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026.

Head of Department Environment PT IMIP, Yundi Sobur mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan solusi terkait isu lingkungan di kawasan industri.

“Melalui LKTI ini kami ingin menghimpun ide-ide segar dari peserta terhadap pelbagai persoalan lingkungan,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (21/5/2026).

Panitia mengangkat sejumlah tema dalam lomba tersebut. Tema itu meliputi strategi penurunan emisi industri smelter nikel, pengelolaan dan pemilahan sampah, serta pemanfaatan limbah industri seperti slag nikel, fly ash, dan bottom ash.

Selain itu, peserta juga dapat mengangkat inovasi pengelolaan limbah lemak atau grease trap menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Hingga 19 Mei 2026, panitia mencatat lebih dari 85 tim dari 39 perguruan tinggi di Indonesia telah mendaftar.

Panitia juga telah menerima lebih dari 24 karya tulis dari peserta.

Karena tingginya antusiasme peserta, panitia memperpanjang masa pendaftaran hingga 27 Mei 2026.

Sejumlah perguruan tinggi ternama ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Beberapa di antaranya yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, dan Universitas Andalas.

Universitas Hasanuddin mengirim jumlah peserta terbanyak dengan 11 tim.

Universitas Tadulako menyusul dengan enam tim, sedangkan Universitas Halu Oleo dan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya masing-masing mengirim lima tim.

Sementara itu, Politeknik Negeri Padang mengirim empat tim.

Pada pelaksanaan tahun ini, panitia memperluas jumlah finalis menjadi lima tim terbaik. Sebelumnya, panitia hanya memilih tiga besar finalis.

Kelima tim finalis akan datang langsung ke kawasan IMIP di Morowali untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka di hadapan dewan juri.

Penanggung jawab LKTI IMIP 2026, Moh Dahry Kisman, mengatakan panitia menanggung seluruh kebutuhan finalis selama mengikuti tahap akhir kompetisi.

“Panitia menanggung tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal. Setiap tim terdiri dari tiga peserta dan satu dosen pembimbing,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh finalis dan dosen pembimbing juga akan menerima sertifikat penghargaan atas partisipasi mereka dalam kompetisi tersebut.

Rilis | Editor : Muh Taufan