FORUM Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah bersama Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) Palu membahas kerja sama penguatan moderasi beragama dan kerukunan di Sulawesi Tengah.
Kedua pihak membahas rencana kerja sama di Sekretariat FKUB Sulteng, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kamis (21/5/2026).
Ketua FKUB Sulteng, Profesor Zainal Abidin mengatakan, kerja sama ini penting untuk menjaga daerah tetap aman, damai, dan kondusif.
FKUB mendorong penguatan moderasi beragama hingga tingkat bawah dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Kerja sama ini penting agar kerukunan dan kondisi kondusif terus terjaga. Kami berharap Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak moderasi beragama di masyarakat,” ujarnya.
FKUB juga mengedukasi mahasiswa dan pelajar tentang kerukunan melalui kegiatan sosial.
FKUB bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Sulawesi Tengah menggelar pembagian 10 ribu paket nasi kotak untuk panti asuhan dan masyarakat pada 31 Mei di Lapangan Vatulemo, Palu.
FKUB Sulteng dan Fakultas Hukum Untad juga membahas rancangan peraturan daerah (Perda) tentang FKUB.
Zainal berharap, Perda memperkuat peran FKUB.
“Kami berharap perda memberi dasar hukum kuat bagi FKUB untuk menjaga kerukunan,” katanya.
Dekan Fakultas Hukum Untad, Dr Awaluddin, mengatakan kerja sama ini berawal dari perencanaan tahun lalu dan mulai berjalan tahun ini.
Ia berharap, kerja sama ini memperkuat kerukunan umat beragama di Sulteng.
Fakultas Hukum Untad menyiapkan pembentukan duta damai dan duta kerukunan, penguatan materi moderasi beragama dalam KKN, serta program magang mahasiswa di FKUB Sulteng.
“Kerja sama ini diharapkan segera terwujud dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutup Awaluddin.
Rilis | Editor : Muh Taufan













