KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Profesor Zainal Abidin, menanggapi kasus dugaan praktik asusila yang melibatkan dua mahasiswa sesama jenis di salah satu perguruan tinggi di Jakarta yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Kampus perlu memperkuat pengawasan terhadap aktivitas mahasiswa sekaligus meningkatkan pembinaan karakter, moral, dan keagamaan.
“Peristiwa ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi setiap perguruan tinggi untuk meningkatkan pengawasan serta memperkuat pembinaan keagamaan dan kerohanian bagi mahasiswa. Langkah ini penting untuk mencegah berbagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai moral, akhlak, dan ajaran agama,” kata Zainal dalam siaran pers yang Eranesia.id terima di Palu, Kamis (4/6/2026).
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menegaskan bahwa kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Kampus juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter dan akhlak mahasiswa.
Zainal bilang, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan lembaga pendidikan dalam membangun pribadi yang berintegritas dan beretika.
Peran Masyarakat dan Keluarga
Selain institusi pendidikan, Zainal menilai, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif.
“Kontrol sosial sangat diperlukan. Semua elemen masyarakat harus menjaga lingkungan agar tetap sesuai dengan norma agama dan nilai-nilai sosial yang berlaku,” ungkapnya.
Zainal juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, orang tua harus aktif mengawasi dan membimbing anak, termasuk yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Orang tua wajib memberikan pengawasan dan pembinaan kepada anak-anaknya. Pendidikan moral dan agama harus dimulai dari keluarga agar menjadi benteng yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif,” jelasnya.
Dorong Penguatan Aturan
Zainal turut mendorong penguatan regulasi dan tata tertib di lingkungan pendidikan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga suasana akademik yang sehat dan menjunjung tinggi nilai moral, etika, serta norma yang berlaku.
Ia berharap kampus, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat dapat memperkuat sinergi dalam membina generasi muda.
“Seluruh pihak harus bersinergi membangun generasi muda yang berakhlak, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan moral dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.













