Regional

Sahran Raden: Program ‘Berani Cerdas’ Benteng Penyelamat Hak Dasar Pendidikan Warga Sulteng

×

Sahran Raden: Program ‘Berani Cerdas’ Benteng Penyelamat Hak Dasar Pendidikan Warga Sulteng

Sebarkan artikel ini
Dr Sahran Raden (kiri) bersama host podcast "Bacas" (Bacarita Sabtu) Rony Sandhi (tengah) dan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza DP. Foto: HO/Eranesia.id

PAKAR Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu, Dr Sahran Raden menilai Program “Berani Cerdas” gagasan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Renny A Lamadjido sebagai komitmen konkret dalam mengimplementasikan konstitusi negara.

Sahran menyampaikan pandangan tersebut dalam podcast “Bacas” (Bacarita Sabtu) bertema “Cerdaskah Program Berani Cerdas?”. 

Diskusi interaktif ini juga menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza DP sebagai narasumber.

Menurutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas mengamanahkan kewajiban negara untuk memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal. 

Pemerintah Sulawesi Tengah berhasil menerjemahkan amanah tersebut ke dalam kebijakan nyata.

“Program Berani Cerdas menjadi bukti implementasi konkret dari amanah konstitusi,” ujar Sahran dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan pendidikan maksimal merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. 

Oleh karena itu, pemerintah daerah memikul tanggung jawab besar untuk mengalokasikan anggaran demi menjamin masa depan generasi muda.

“Pemerintah harus memastikan seluruh generasi muda dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Program Berani Cerdas hadir sebagai instrumen untuk mengawal hak dasar tersebut,” lanjut Sahran. 

Sahran juga menyoroti regulasi Undang-Undang Pendidikan Nasional yang mewajibkan alokasi anggaran minimal 20 persen.

“Jika Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan APBD lebih dari 20 persen untuk pendidikan melalui program ini, maka langkah tersebut merupakan investasi cerdas bagi pembangunan sumber daya manusia,” ungkap Sahran.

Ia meyakini investasi jangka panjang ini akan mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza DP, menegaskan bahwa Program Berani Cerdas mencerminkan keberpihakan penuh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng terhadap masa depan anak bangsa. Target utamanya adalah menghapus angka putus sekolah di Sulawesi Tengah.

Saat ini, masyarakat telah merasakan langsung dampak positif dari kebijakan tersebut karena tidak perlu lagi memikirkan beban biaya sekolah.

“Tujuan utama kami adalah agar generasi muda fokus belajar dan mengembangkan kompetensi mereka tanpa perlu mencemaskan biaya pendidikan,” pungkas Firmanza.