RISIKO kecelakaan lalu lintas terus mengancam para pengemudi jalan raya. Merespons hal itu, PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah melaksanakan diklat khusus bagi pengemudi angkutan umum dan barang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan transportasi jalan tahun 2026. Acara berlangsung di Aula PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah pada Selasa (9/6/2026).
Sebanyak 50 pengemudi datang secara langsung. Kelompok ini mencakup sopir angkutan dalam provinsi (AKDP), angkutan antarprovinsi (AKAP), dan angkutan barang.
Jasa Raharja menempatkan para pengemudi sebagai mitra strategis sekaligus garda terdepan. Sopir memegang peran sangat krusial untuk menjaga keselamatan penumpang serta pengguna jalan lain.
Kepala Kantor PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah, Sugeng Hariadi, memberikan penegasan penting. Menurutnya, setiap Perusahaan Otobus (PO) wajib memberi perlindungan dasar kepada penumpang.
Sopir juga harus mengimbangi hal itu menggunakan kompetensi berkendara yang mumpuni. Langkah tersebut bertujuan mencegah fatalitas kecelakaan.
“Kemampuan para pengemudi menjadi kunci utama. Hal ini sangat penting untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” ujar Sugeng melalui siaran pers yang masuk ke redaksi Eranesia.id, Rabu (10/6/2026).
“Sopir wajib menguasai teknik mengemudi yang aman saat berada di lapangan,” sambungnya.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulteng, AKP Edi Hafel, turut memaparkan materi penting. Ia mengimbau sopir agar selalu mematuhi regulasi lalu lintas. Para sopir harus senantiasa disiplin. Mereka wajib menghormati aturan fisik dan rambu jalan.
“Jangan sampai sopir memicu tilang elektronik (ETLE) akibat kelalaian fatal. Misalnya mengemudi tanpa sabuk pengaman atau menyetir sambil menggunakan ponsel. Fokus dan patuh menjadi harga mati untuk keselamatan bersama,” ungkap Edi.
Sosialisasi ini memanen respons positif dan antusiasme luar biasa dari peserta. Perwakilan pengemudi menyatakan dukungan penuh mereka.
Para sopir berjanji mempraktikkan ilmu dari pelatihan ini. Langkah nyata tersebut bertujuan menurunkan angka kecelakaan di Sulawesi Tengah.
Sejumlah pemangku kepentingan transportasi ikut mengawal kegiatan strategis ini. Kepala Bidang Angkutan Keselamatan Jalan, Asnansyah, dan Kasubditgakkum Ditlantas Polda Sulteng, Kompol Candra Tangoi, tampak hadir di lokasi.
Penilai Sistem Manajemen Keselamatan BPTD Kelas II Sulteng, M Rafly Dionanda Anwar, juga meramaikan acara. Selain itu, Ketua MTI Sulteng, Syarifuddin, serta Ketua Organda Sulawesi Tengah, Ramlan, turut mengambil bagian.













