UNIVERSITAS Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu menggandeng Afiliasi Pengajar Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Sulawesi Tengah. Kerja sama ini bertujuan untuk mengasah kemampuan bahasa Indonesia para mahasiswa asing.
Rektor UINDak, Profesor Lukman S Thahir, bersama Ketua APPBIPA Sulteng, Asrianti menandatangani nota kesepahaman (MoU) tersebut.Â
Prosesi berlangsung di ruang kerja Rektor UINDak di Palu, Selasa (30/6/2026).
Kerja sama kedua pihak ini mencakup beberapa poin penting, antara lain penyelenggaraan pembelajaran dan pengembangan program BIPA bagi mahasiswa serta tenaga asing.
Penyusunan bahan ajar BIPA berbasis kearifan lokal Sulteng dan pelaksanaan pelatihan, bimbingan teknis pengajar, seminar, hingga kuliah umum.
23 Mahasiswa Internasional dari 13 Negara
Lukman menegaskan bahwa kolaborasi strategis ini merupakan langkah krusial kampus.
UINDak ingin memastikan mahasiswa internasional siap beradaptasi secara akademik dan sosial.
“Kami ingin mahasiswa internasional tidak hanya cakap akademik. Mereka juga harus mampu berkomunikasi secara natural dengan masyarakat lokal,” ungkap Lukman dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Rabu (1/7/2026).
Melalui jaringan kerja sama Pusat Hubungan Internasional, UINDak menerima sekitar 23 mahasiswa asing pada tahun 2026. Para mahasiswa baru tersebut berasal dari 13 negara yang berbeda.
Lukman menambahkan, penguasaan bahasa Indonesia bukan sekadar untuk mengejar nilai di atas kertas.
Kemampuan berbahasa merupakan kunci utama bagi mahasiswa asing untuk bertahan dan berkembang selama menetap di Indonesia.
Pembelajaran Interaktif Berbasis BIPA
Ketua APPBIPA Sulteng, Asrianti, mengapresiasi langkah progresif UINDak. Pihaknya menyambut baik keterlibatan APPBIPA dalam membina keterampilan berbahasa para mahasiswa internasional tersebut.
Melalui program BIPA yang dirancang bersama, APPBIPA menjanjikan metode belajar yang efektif bagi penutur asing.
“Lewat program BIPA yang kami godok bersama, proses pembelajaran akan berlangsung secara interaktif dan aplikatif,” tandas Asrianti.













