GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, siap mendukung penuh Universitas Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu. Beliau memberikan dukungan ini demi menyukseskan Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni (Poros Intim) PTKIN se-Indonesia Timur IV Tahun 2026.
Gubernur menyampaikan komitmen ini secara langsung pada Rabu (1/7/2026). Saat itu, beliau menerima kunjungan Rektor UINDak, Profesor Lukman S Thahir, di Kantor Gubernur Sulteng.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap membantu UIN Datokarama menyukseskan Poros Intim Tahun 2026,” tegas Anwar dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (2/7/2026).
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur berencana menggelar jamuan makan malam bersama. Beliau mengundang seluruh pimpinan PTKIN dan kontingen ke kediaman resminya. Selain itu, Pemprov Sulteng akan memfasilitasi sosialisasi acara serta penyambutan para peserta.
“Petugas harus segera memasang baliho ucapan selamat datang di bandara,” instruksi Gubernur.
Ia juga meminta pemasangan baliho di beberapa titik strategis pusat kota. Anwar memastikan diri akan hadir langsung pada pembukaan Poros Intim di kampus UINDak Palu.
Sementara itu, Rektor UINDak melaporkan waktu kedatangan peserta. Sebagian besar pimpinan PTKIN dan kontingen akan tiba di Palu pada Minggu, 5 Juli 2026. Setiap perguruan tinggi memperkirakan membawa sekitar 50 anggota kontingen.
Lukman juga menyampaikan agenda kehadiran pejabat kementerian. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Profesor Kamaruddin Amin, menjadwalkan diri untuk membuka resmi ajang dua tahunan ini.
“Segenap civitas akademika sangat berharap Pak Gubernur hadir mendampingi Sekjen Kemenag RI,” harap Rektor.
Sebagai informasi, Poros Intim IV akan berlangsung pada 6–11 Juli 2026. Ajang ini menghadirkan 14 perguruan tinggi keagamaan dari pelbagai provinsi. Pesertanya meliputi utusan dari wilayah Sulawesi, Gorontalo, Maluku, hingga Papua.
Kompetisi ini mempertandingkan pelbagai cabang olahraga, seni, dan riset. Bidang olahraga meliputi futsal, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, taekwondo, dan pencak silat.
Pada bidang riset, panitia melombakan karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan Hadis. Sedangkan untuk cabang seni, kompetisi ini membuka kategori lomba MTQ, MHQ, MQQ, dan Pop Solo Islami. Ada pula lomba Nasyid, Kaligrafi, Pidato Tausiah, serta Debat Konstitusi.













