WALI Kota Palu, Hadianto Rasyid, menegaskan bahwa Program Kelurahan Menanam bukan sekadar gerakan penghijauan. Program ini juga bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dapur harian. Pemerintah merancang inovasi ini sebagai motor penggerak ekonomi baru warga melalui pemanfaatan lahan tidur.
Menurut Hadianto, tolok ukur keberhasilan program ini bukan lagi sebatas meningkatnya produksi pangan. Hal yang paling utama adalah sejauh mana program mampu menebal dompet warga pengelolanya.
“Saya berharap warga mengelola Program Kelurahan Menanam lebih baik lagi. Jangan hanya menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat rentan pangan, tetapi juga harus berorientasi profit agar mampu meningkatkan pendapatan para pelakunya,” ungkapnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (9/7/2026).
Hadianto menjelaskan, orientasi keuntungan (profit) sangat penting. Langkah ini bukan semata-mata mengejar nilai ekonomi. Ini adalah strategi agar program memiliki modal untuk terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Konsep Kelurahan Tematik
Untuk memaksimalkan hasil, Pemkot menjalankan program ini melalui konsep Kelurahan Tematik. Dari total 46 kelurahan di Kota Palu, pemerintah telah menetapkan lima komoditas pertanian unggulan. Semua komoditas tersebut akan terbagi rata.
Di mana, sekitar sembilan hingga 10 kelurahan akan mengembangkan setiap komoditas.
Jika setiap kelurahan mengelola lahan seluas satu hektare, maka akan ada total sembilan hingga 10 hektare lahan produktif untuk setiap jenis komoditas.
Dengan skala produksi yang masif ini, Pemkot Palu optimistis pasokan pangan lokal akan melonjak. Efek domino yang wali kota harapkan adalah ketahanan pangan daerah tetap terjaga. Selain itu, program ini ampuh menekan laju inflasi melalui stabilitas harga di pasar.
Jaminan Pasar
Hadianto juga mengingatkan bahwa menanam barulah setengah jalan. Tantangan terbesar biasanya ada pada rantai penjualan.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera membangun sistem pemasaran yang terpadu. Sistem ini penting agar pasar langsung menyerap hasil panen warga.
“Pemerintah harus mengurus dari awal penanaman sampai pemasaran. Dengan demikian, masyarakat memperoleh kepastian pasar dan program ini benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang nyata,” tegasnya.
Pemkot Palu menerapkan strategi pertanian perkotaan (urban farming) yang modern dan terintegrasi. Lewat strategi ini, pemerintah berkomitmen kuat untuk memperkuat ketahanan pangan. Langkah ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.













