KANTOR Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tengah melaksanakan diskusi Library Cafe pada Kamis (9/7/2026). Acara ini mengusung tema “Mengakselerasi Investasi Hijau, BPKP Sulteng Dorong Palu Menjadi Kota Tangguh, Bersih, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”. BPKP menggelar agenda ini untuk mengawal pelaksanaan Agenda Prioritas Pengawasan (APP) Tahun 2026.
Kantor Perwakilan BPKP Sulteng menjadi tempat berlangsungnya acara. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber utama. Pertama, Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar RI, Rizki Handayani Mustafa. Kedua, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.
Pelbagai instansi pemerintah dan pemangku kepentingan daerah turut menghadiri acara ini. Mereka semua memiliki perhatian pada isu pembangunan berkelanjutan.
Saat membuka kegiatan, Kepala Perwakilan BPKP Sulteng, Agus Yulianto, menegaskan pergeseran paradigma pengawasan. Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya fokus pada kepatuhan aturan (compliance). Pengawasan internal harus mampu memberi nilai tambah bagi pembangunan daerah.
“Arah pengawasan APP 2026 kini lebih tajam. Fokus kami meliputi tata kelola investasi, lingkungan hidup, dan penataan ruang. Kami juga mengawal manajemen sampah hingga pemberdayaan UMKM,” ujar Agus.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyambut baik hal tersebut. Ia menekankan pentingnya kebersihan dan keteraturan kota. Dua hal ini menjadi fondasi krusial bagi iklim investasi yang sehat. Langkah ini juga akan meningkatkan daya saing daerah.
“Kota yang bersih memberikan kepastian pembangunan. Aktivitas ekonomi warga akan menguat dan UMKM tumbuh baik. Hal ini akan mendongkrak kepercayaan investor di Palu,” ungkap Hadianto.
Ia juga mengingatkan bahwa semua elemen masyarakat memegang tanggung jawab menjaga kebersihan, bukan hanya pemerintah. Sebagai ibu kota provinsi, Palu harus mencerminkan tata kelola yang baik. Carinya adalah lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman.
Saat ini, transformasi positif Kota Palu mulai memikat dunia internasional. Salah satunya, Konsultan Kehormatan Republik Ceko menunjukkan ketertarikan untuk membuka aktivitas di Palu. Selain itu, nilai investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu juga terus merangkak naik karena kepercayaan pasar meningkat.
“Referensi utama investor adalah melihat perubahan nyata di lapangan. Perubahan hari ini memunculkan optimisme baru. Palu sedang berbenah dengan perencanaan yang jelas dan tim yang solid,” pungkas Hadianto.
Diskusi berjalan interaktif dan menghasilkan banyak gagasan. Peserta membahas berbagai isu strategis daerah. Pembahasan meliputi tata kelola investasi hijau dan pembangunan kota berkelanjutan. Mereka juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Kota Palu yang tangguh dan ramah investasi.













