EMPAT mahasiswa asing dari empat negara tiba di Kota Palu, Sulawesi Tengah, untuk menempuh pendidikan program Sarjana (S1) di Universitas Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu.
Keempat mahasiswa tersebut yakni Abdallah Osman dari Somalia, Walid Ibrahim Mohammedseid dari Ethiopia, Asaree Tatoleh dari Thailand, dan Henezzy dari Filipina.
“Kedatangan mereka bertahap sejak 8 hingga 10 Agustus. Hingga hari ini, empat mahasiswa asing dari empat negara sudah berada di Palu,” ujar Rektor UINDak Palu, Profesor Lukman S Thahir, saat menyambut kedatangan mereka di Palu, Senin (10/8/2026).
Lukman menjelaskan, pada Tahun Akademik 2026/2027 UINDak menerima total 21 mahasiswa asing dari 12 negara.
Negara-negara tersebut meliputi Afghanistan, Pantai Gading, Ethiopia, India, Mali, Nigeria, Pakistan, Palestina, Somalia, Thailand, Yaman, dan Filipina.
Saat ini, 17 mahasiswa lainnya masih dalam perjalanan menuju Sulawesi Tengah.
“Seluruh dokumen visa mereka sudah rampung. Saya bertanggung jawab penuh atas keberadaan seluruh mahasiswa asing ini,” ungkap Lukman.
Kehadiran mahasiswa lintas negara ini menjadi bukti nyata pengakuan publik internasional terhadap UINDak Palu sekaligus wujud program internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Menariknya, sebagai kampus yang mengusung visi moderasi beragama, UIN Datokarama terbuka bagi seluruh umat tanpa membedakan latar belakang agama.
“Dari empat mahasiswa yang baru tiba, satu di antaranya merupakan non-muslim. Ini sejalan dengan komitmen UIN Datokarama sebagai kampus moderasi beragama yang milik semua umat,” jelasnya.
Lukman menilai, kemanusiaan merupakan bahasa universal. Oleh karena itu, UINDak berkomitmen menyediakan ruang belajar, berdialog, dan merawat toleransi antarumat beragama.













