Regional

AMNU Sulteng-Pemkab Donggala Berkolaborasi Sukseskan Kampung Nelayan Merah Putih

×

AMNU Sulteng-Pemkab Donggala Berkolaborasi Sukseskan Kampung Nelayan Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Masyarakat pesisir dan nelayan memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Pengelolaan potensi kelautan yang baik akan menjadi sumber penghidupan dan pertumbuhan ekonomi warga setempat. Dok: AMNU Sulteng

ANAK Muda Nusantara (AMNU) Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Donggala. Kedua pihak bersinergi mendukung Program Strategis Nasional Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pangalaseang, Kecamatan Sojol.

Masyarakat pesisir dan nelayan memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Pengelolaan potensi kelautan yang baik akan menjadi sumber penghidupan dan pertumbuhan ekonomi warga setempat.

Founder AMNU Sulteng, Handrianto, menegaskan komitmen organisasinya untuk mengawal program Presiden tersebut. Pemkab Donggala mengusulkan program pembangunan kampung nelayan ini di 10 titik wilayah.

“Hari ini kami berfokus di Desa Pangalaseang. Pemerintah akan segera membangun kawasan ini dalam waktu dekat,” ujar Handrianto dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (11/8/2026).

Sambut Hari Ikan Nasional 2026

Handrianto menambahkan bahwa keberhasilan program membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Pemerintah memfasilitasi pembangunan, warga mengelola kawasan, dan dunia usaha membuka akses pasar.

Oleh karena itu, AMNU merancang kegiatan bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Donggala. Aksi ini sekaligus menyambut Hari Ikan Nasional pada 25 November 2026 di Desa Pangalaseang.

Acara tersebut mengusung tema “Dari Kampung Nelayan untuk Kesejahteraan Masyarakat: Membangun Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Mewujudkan Kampung Nelayan Merah Putih yang Produktif, Mandiri, dan Berkelanjutan”.

Forum ini mempertemukan nelayan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemuda, serta pemerintah. Pendekatan terpadu ini memfokuskan pembangunan kawasan nelayan berbasis partisipasi warga.

Usulkan Perluasan Titik Kampung Nelayan

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Donggala, Ir. Ali Assagaf, S.Pi., M.H., mengapresiasi inisiatif anak muda tersebut.

Pihaknya mencatat pengusulan awal Kampung Nelayan Merah Putih mencakup 10 titik di beberapa kecamatan. Pemkab bahkan berupaya memperluas jangkauan program hingga 14 kecamatan.

Pada tahun 2026, pemkab memfokuskan pembangunan di beberapa wilayah:

  • Kecamatan Banawa
  • Kecamatan Tanantovea
  • Kecamatan Sindue
  • Kecamatan Sindue Tombusabora
  • Kecamatan Balaesang
  • Kecamatan Sojol
  • Kecamatan Sojol Utara

Diskusi Publik dan Lomba Mancing

Ali menyarankan pelaksanaan forum diskusi dan tatap muka dengan warga Desa Pangalaseang. Langkah ini memberikan pemahaman utuh kepada masyarakat terkait tata kelola kawasan pascapembangunan.

Selain diskusi, pemkab merencanakan perlombaan memancing ikan di wilayah tersebut. Lomba ini bertujuan mengukur potensi perikanan sekaligus mendata jumlah nelayan lokal.

“Lomba mancing ini membuktikan potensi daerah. Warga juga akan memiliki rasa tanggung jawab dalam mengelola Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Ali.

Ali menekankan bahwa pembangunan kawasan tidak cukup hanya mengandalkan sarana fisik semata. Pengelola harus melengkapi sarana tersebut dengan pelatihan kapasitas warga, pengembangan ekonomi, dan pendampingan berkelanjutan.

Kampus, koperasi, UMKM, dan pemerintah desa perlu mengambil peran aktif. Ekosistem terpadu ini akan menghindarkan warga dari ketergantungan bantuan pihak luar.

“Pendekatan ini membentuk masyarakat nelayan yang produktif dan mandiri. Mereka mampu mengembangkan potensi ekonominya secara berkelanjutan,” pungkasnya.