Regional

Wujudkan Kota Inklusif, Pemkot Palu Libatkan JBI pada Upacara HUT ke-81 RI

×

Wujudkan Kota Inklusif, Pemkot Palu Libatkan JBI pada Upacara HUT ke-81 RI

Sebarkan artikel ini
Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melibatkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) dalam seluruh rangkaian upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Dok: Humas Pemkot Palu

SUASANA berbeda mewarnai Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor Wali Kota Palu, Senin (17/8/2026).

Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melibatkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) dalam seluruh rangkaian upacara pengibaran Bendera Merah Putih.

Kehadiran JBI menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian. Melalui tayangan videotron berukuran besar, Staf Khusus JBI Pemkot Palu menerjemahkan setiap prosesi upacara secara khidmat, profesional, dan penuh antusias.

Inovasi ini mendapat apresiasi hangat karena memberikan akses setara bagi masyarakat Tuli untuk mengikuti jalannya upacara kenegaraan.

Langkah inovatif ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Palu dalam mewujudkan kota yang inklusif dan ramah disabilitas. Lebih dari sekadar seremoni, pelibatan JBI menegaskan bahwa semangat kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat tanpa kecuali.

Staf Khusus JBI Pemkot Palu, Kania Putri W, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas kepercayaan bertugas dalam momen bersejarah tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan bangga dipercaya menjadi Juru Bahasa Isyarat pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujar Kania saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa (18/8/2026).

Kania menambahkan, kesempatan ini membawa harapan baru agar ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas semakin terbuka lebar. Ia juga mengapresiasi konsistensi Pemkot Palu dalam merangkul kelompok disabilitas.

“Saya sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Palu atas komitmen nyatanya dalam mewujudkan pembangunan kota yang inklusif,” tuturnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi Pemkot Palu yang menempatkan perspektif inklusi sebagai bentuk penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan keadilan sosial, bukan sekadar pemenuhan regulasi.

Pelbagai program terus digulirkan guna memastikan seluruh warga mendapatkan akses dan kesempatan yang sama dalam berbagai lini kehidupan.

Melalui terobosan ini, Pemkot Palu tak hanya mencetak sejarah baru dalam pelaksanaan upacara kenegaraan, tetapi juga mengirimkan pesan kuat: kemajuan sebuah kota diukur dari kemampuannya merangkul seluruh warga tanpa diskriminasi.