CARA memasak sehat seperti merebus, memanggang, atau mengukus membantu menjaga kesehatan. Metode ini mengurangi penggunaan minyak berlebih.
Masyarakat perlu membatasi penggunaan garam dan bumbu penyedap. Konsumsi garam berlebihan meningkatkan tekanan darah.
Penderita hipertensi, stroke, dan penyakit jantung harus mengendalikan asupan garam. Kementerian Kesehatan menyarankan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.000 miligram per hari. Jumlah itu setara dengan sekitar lima gram garam agar tekanan darah tetap stabil.
Masyarakat sebaiknya menghindari makanan olahan dan makanan cepat saji. Produk tersebut umumnya mengandung kadar garam tinggi.
Masyarakat juga perlu menyeimbangkan konsumsi daging dengan sayur dan buah. Serat dari sayur dan buah membantu mengontrol kadar kolesterol.
Sayur dan buah menyediakan vitamin, mineral, serta antioksidan. Kandungan tersebut menurunkan risiko stroke dan menjaga kesehatan tubuh.
“Masyarakat dapat memilih sumber protein rendah lemak seperti tempe, tahu, putih telur, kacang-kacangan, dan yogurt,” tulis NU Online dikutip, Kamis (28/5/2026).
Masyarakat juga dapat mengonsumsi makanan kaya asam lemak omega-3. Ikan salmon, makarel, dan sarden membantu mengurangi peradangan serta menekan risiko stroke.
Masyarakat harus mencukupi kebutuhan air putih setiap hari. Air membantu menjaga fungsi metabolisme tubuh. Masyarakat juga perlu rutin berolahraga ringan selama 30 menit setiap hari. Kebiasaan ini menjaga kebugaran tubuh.
Selain menjaga pola makan, masyarakat harus mengenali gejala stroke sejak dini melalui metode BEFAST.
BEFAST merupakan singkatan dari Balance, Eyes, Face, Arms, Speech, dan Time. Metode ini membantu masyarakat mengenali tanda awal stroke.
Penderita stroke sering kehilangan keseimbangan secara mendadak. Mereka juga dapat merasakan pusing seperti terombang-ambing.
Gangguan penglihatan juga sering muncul. Penderita dapat mengalami pandangan kabur, buram, atau penglihatan ganda secara tiba-tiba.
Stroke juga dapat membuat wajah terlihat tidak simetris. Kondisi ini sering disertai kesemutan pada separuh wajah. Stroke dapat melemahkan tangan atau kaki pada salah satu sisi tubuh.
Gangguan bicara juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Penderita sering berbicara pelo atau tidak jelas.
Masyarakat harus segera mencari pertolongan medis saat menemukan gejala tersebut. Penanganan cepat menentukan keselamatan pasien.
Dokter menilai waktu sebagai faktor penting dalam penanganan stroke. Semakin cepat pasien mendapat pertolongan, semakin besar peluang mencegah kecacatan dan kematian.
Oleh karena itu, masyarakat harus segera membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit terdekat agar tenaga medis dapat memberikan penanganan yang tepat.













