Feature

Dari Secangkir Kopi ke Seekor Sapi

×

Dari Secangkir Kopi ke Seekor Sapi

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Pondok Daarul Quran Al-Hikman, Ustad Umroni bersiap menyembelih sapi bersama panitia lainnya, Rabu (27/5/2026). Foto: Caesar Taufan/Eranesia.id

KUMANDANG takbir menggema dari Pondok Daarul Quran Al-Hikmah, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Rabu (27/5/2026) pagi. Suara para santri melantunkan pujian kepada Allah SWT dan mengiringi suasana khusyuk Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Di tengah nuansa religius itu, sejumlah warga berkumpul dengan wajah penuh semangat. Mereka saling menyapa, bergotong royong menyiapkan peralatan, dan mengatur seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan tertib.

Pagi itu, Komunitas Aktif Ngopi RW 06 melaksanakan penyembelihan seekor sapi kurban sebagai bagian dari perayaan Iduladha tahun ini.

Bagi sebagian orang, nama “Aktif Ngopi” mungkin terdengar sederhana, sekadar komunitas yang lahir dari kebiasaan berkumpul sambil menikmati secangkir kopi.

Namun di RW 06 Pengawu, komunitas ini tumbuh menjadi ruang kebersamaan yang melahirkan banyak aksi keagamaan dan sosial.

Momentum Iduladha tahun ini menjadi bukti nyata bagaimana kebersamaan itu berubah menjadi kepedulian.

Enam kepala keluarga yang tergabung dalam Komunitas Aktif Ngopi menyisihkan rezeki secara bersama-sama untuk membeli seekor sapi kurban. Mereka kemudian menyembelih sapi itu di halaman Pondok Daarul Quran.

Ketua Panitia Taufan Bustan, Sekretaris Ansar, Bendahara Isbat bersama sejumlah santri menimbang dan mengemas daging kurban. Rabu (27/5/2026). Foto: Caesar Taufan/Eranesia.id

Panitia menjalankan penyembelihan dengan lancar tanpa kendala. Mereka memulai prosesi seusai Salat Iduladha, lalu para santri mengumandangkan takbir yang menambah kekhidmatan suasana.

Bagi para pekurban, momen itu bukan sekadar ritual tahunan. Mereka merasakan haru, syukur, dan kebanggaan karena semangat gotong royong menghadirkan kebahagiaan bersama.

Ketua Panitia Kurban Aktif Ngopi, Taufan Bustan mengatakan, pelaksanaan kurban ini menunjukkan eratnya kebersamaan antaranggota komunitas.

Menurutnya, semangat berkurban tidak hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga tentang belajar berbagi, berkorban, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

“Iduladha mengajarkan kita arti keikhlasan dan pengorbanan. Alhamdulillah, tahun ini enam kepala keluarga bisa bersama-sama berkurban. Ini bukan hanya tentang sapi yang kami sembelih, tetapi tentang semangat kebersamaan yang terus kami rawat di lingkungan RW 06,” ujar Taufan.

Ia menuturkan, warga membangun Komunitas Aktif Ngopi dari kebiasaan berkumpul di masjid seusai salat berjemaah. Mereka kemudian melanjutkan diskusi tentang perkara iman di Pondok Daarul Quran.

Dari obrolan sederhana itu, warga melahirkan gagasan untuk menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Menurut Taufan, kegiatan kurban menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut.

“Dari ngopi bersama, kami belajar membangun kebersamaan. Dari kebersamaan itu, lahir semangat untuk saling membantu. Kurban ini menjadi simbol bahwa hal-hal besar bisa terwujud dari niat baik yang kita kerjakan bersama,” katanya.

Sekretaris Ansar, Bendahara Isbat bersama panitia lainnya memisahkan daging dari tulang sebelum dikemas. Rabu (27/5/2026). Foto: Caesar Taufan/Eranesia.id

Seusai penyembelihan, panitia dan warga langsung mengolah serta menyalurkan daging kurban kepada masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, dari satu ekor sapi yang kami beli seharga Rp10 juta, kami memperoleh 73 kilogram daging. Jika ditambah tulang, totalnya kurang lebih mencapai sekitar 80-an kilogram,” imbuh Taufan.

Warga terlihat sibuk membungkus, menimbang, lalu menyalurkan daging kepada para penerima yang sebelumnya telah mereka data.

Suasana penuh keakraban terasa di setiap sudut pondok. Canda ringan mengiringi pekerjaan mereka, sementara rasa syukur terpancar dari wajah-wajah yang hadir.

Kepedulian dalam Kehidupan

Pimpinan Pondok Daarul Quran Al-Hikmah, Ustad Umroni, menilai Iduladha tahun ini membawa pesan penting bagi komunitas.

“Bagi Komunitas Aktif Ngopi, Iduladha bukan hanya tentang menunaikan ibadah. Momentum ini mengingatkan kita agar terus menjaga nilai pengorbanan, solidaritas, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Sekretaris Kurban Aktif Ngopi, Ansar, menjelaskan panitia membagi 73 kilogram daging ke dalam tiga bagian dengan peruntukan yang jelas.

“Bagian pertama untuk pekurban, bagian kedua untuk hadiah, dan bagian ketiga untuk fakir miskin. Alhamdulillah, semuanya tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” tuturnya.

Keberhasilan tahun ini mendorong Komunitas Aktif Ngopi untuk menyiapkan kurban yang lebih besar pada tahun mendatang.

Sekretaris Ansar menyiapkan sapi sebelum disembeli. Rabu (27/5/2026). Foto: Caesar Taufan/Eranesia.id

Bendahara Komunitas Aktif Ngopi, Isbat mengatakan, komunitas sudah membentuk satu kelompok. Setiap anggota kelompok itu wajib menyetor dana Rp2 juta sebagai persiapan kurban tahun depan.

“Target kami, insyaallah bisa membentuk dua kelompok. Artinya, kami menargetkan dua ekor sapi. Dan siapa saja di luar komunitas juga bisa ikut bergabung. Semoga Allah SWT memberi kita kesehatan dan umur panjang agar niat baik ini terwujud,” tandasnya.

Di bawah teduhnya pohon kersen Pondok Daarul Quran, takbir terus berkumandang. Suara itu menegaskan satu pesan sederhana: kebersamaan yang tumbuh dari niat baik akan selalu melahirkan keberkahan.