DONASI organ tubuh memberikan kesempatan hidup kedua bagi pasien kritis. Menurut Mid-America Transplant, satu donor bisa menyelamatkan delapan nyawa.
Seseorang dapat mendonasikan organ saat hidup atau setelah meninggal.
Enam Organ Utama Donor
- Jantung: Jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Dokter menjadikan transplantasi opsi terakhir bagi penderita gagal jantung. Kardiomiopati dan miokarditis parah juga membutuhkan prosedur ini.
- Ginjal: Pasien paling banyak membutuhkan organ ini. Ginjal menyaring limbah di dalam darah. Seseorang bisa mendonasikan satu ginjalnya untuk penderita gagal ginjal.
- Hati: Hati mengolah nutrisi dan zat kimia tubuh. Donor hidup bisa memberikan sebagian hatinya. Organ ini memiliki keunikan karena tumbuh kembali ke ukuran semula.
- Paru-paru: Penderita fibrosis kistik atau emfisema sangat membutuhkan organ ini. Penderita hipertensi pulmonal juga memerlukan transplantasi. Kadang, dokter memberikan kedua paru-paru donor kepada satu penerima.
- Pankreas: Pankreas menghasilkan insulin untuk mengatur gula darah. Dokter memfokuskan transplantasi ini bagi penderita diabetes tertentu. Tim medis sering menjalankan prosedur ini bersamaan dengan transplantasi ginjal.
- Usus: Usus menyerap nutrisi dari makanan. Penderita sindrom usus pendek sangat memerlukan transplantasi ini. Prosedur ini menjamin kecukupan asupan nutrisi pasien.
Catatan Donor Hidup
Orang yang masih hidup tetap bisa menjadi donor. Seseorang dapat memberikan satu ginjal atau sebagian hati. Donor juga bisa memberikan bagian paru-paru dan pankreas. Tim medis wajib menjalankan pemeriksaan ketat terlebih dahulu.
Statistik dan Dampak Donasi Organ
Laporan Mid-America Transplant 2024 mencatat 317 donor organ. Sebanyak 317 donor tersebut menyelamatkan pasien melalui 891 organ. Ginjal mendominasi jumlah donasi (428). Hati menyusul berikutnya (215), lalu paru-paru (136).
Keputusan menjadi donor organ sangat mulia. Langkah ini memberi harapan baru bagi jutaan orang.














