Gaya Hidup

Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Buruk Jarang Merawat Kebersihan Telinga

×

Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Buruk Jarang Merawat Kebersihan Telinga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bersihkan telinga. Dok: AI Gemini

MEMBERSIHKAN telinga pada dasarnya adalah merawat area daun telinga luar dan mengelola penumpukan kotoran (serumen) secara aman. Secara alami, telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri (self-cleaning). Oleh karena itu, mengorek saluran telinga bagian dalam secara berlebihan justru tidak disarankan.

Meski demikian, membiarkan kotoran menumpuk tanpa perawatan yang benar juga membawa dampak buruk. Berikut adalah 8 bahaya akibat jarang merawat kebersihan telinga:

  • Penyumbatan Serumen (Impaksi): Kotoran telinga dapat menumpuk, mengeras, dan akhirnya menyumbat total saluran telinga.
  • Penurunan Pendengaran Sementara: Sumbatan keras membuat gelombang suara terhalang, sehingga pendengaran terasa samar atau meredup.
  • Sensasi Telinga Penuh: Penumpukan kotoran menimbulkan rasa mengganjal, tertekan, dan tidak nyaman di dalam telinga.
  • Telinga Berdenging (Tinnitus): Tekanan dari kotoran yang mengeras pada dinding saluran dapat memicu sensasi berdenging terus-menerus.
  • Rasa Gatal Berlebih: Penumpukan kotoran lama dapat mengiritasi kulit sensitif di dalam saluran telinga.
  • Nyeri Telinga (Otalgia): Kotoran yang membeku dan menekan saraf telinga dapat menimbulkan rasa sakit tajam atau rasa cengkeram.
  • Peningkatan Risiko Infeksi: Penumpukan kotoran yang terperangkap bersama kelembapan menjadi media berkembangnya bakteri atau jamur.
  • Gangguan Keseimbangan: Pada kasus yang parah, sumbatan dekat gendang telinga dapat memicu pusing hingga sensasi berputar (vertigo).

Perlu diingat, menjaga kebersihan telinga bukan berarti harus mengoreknya dengan cotton bud atau benda tajam lainnya. Cukup bersihkan area daun telinga luar dengan kain basah yang lembut.