JANGAN anggap perangkat elektronik yang mati benar-benar berhenti menyedot listrik. Kabel yang masih terhubung ke stop kontak tetap menarik daya. Peralatan memakai listrik untuk mempertahankan fungsi tertentu. Fenomena ini populer dengan sebutan standby power.
Kebiasaan ini terus menambah tagihan listrik bulanan. Temuan US Department of Energy mengungkapkan 10% tagihan berasal dari perangkat standby.
Mode standby merupakan fitur bawaan agar perangkat cepat menyala kembali. Namun, fitur ini membutuhkan aliran listrik terus-menerus.
Konsumsi listrik tiap perangkat memang terasa kecil. Namun, jumlahnya membengkak jika kita menghitung penggunaan seharian.
“Daya standby terlihat kecil, tetapi jumlahnya signifikan jika kita menghitungnya selama 24 jam,” tulis riset Berkeley Lab, Sabtu (5/9/2026).
Anda bisa melakukan beberapa langkah praktis untuk menghemat listrik:
- Gunakan power strip bersaklar agar bisa memutus arus listrik sekaligus.
- Pasang smart plug atau timer untuk router WiFi dan mesin kopi.
- Biasakan langsung mencabut isi daya (charger) setelah selesai memakai.
- Pilih produk berlabel hemat energi dan matikan perangkat secara total.
Berikut daftar perangkat yang tetap menyedot listrik saat kabelnya masih tercolok:
- Charger Ponsel & Elektronik Kecil: 0,2–2 watt
- Charger Kendaraan Listrik (EV/E-bike): 0,3–5 watt
- Laptop & Komputer Desktop: 0,7–20 watt
- Televisi Modern: 1–5 watt
- Set-Top Box TV: 10–30 watt (paling boros saat standby)
- Router WiFi & Modem: 5–10 watt (berjalan nonstop 24 jam)
- Speaker & Audio: 5–10 watt
- Microwave, Oven, & Mesin Kopi ber-Jam Digital: 1–5 watt
- Printer & Scanner: 2–5 watt
- AC & Air Purifier: AC 0,6–10 watt, Air Purifier 0,2–1,5 watt













