Gaya Hidup

Keutamaan Puasa Senin Kamis: Meneladani Rasulullah dan Melatih Kesabaran

×

Keutamaan Puasa Senin Kamis: Meneladani Rasulullah dan Melatih Kesabaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi warga berdoa. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

PUASA Senin Kamis merupakan ibadah sunah yang Nabi Muhammad SAW contohkan. Ibadah ini dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Selain meningkatkan ketakwaan, puasa ini menjadi sarana melatih kesabaran serta mengendalikan diri.

Keutamaan Puasa Senin Kamis

  • Mendapat Pahala dari Allah SWT: Setiap amal sunah yang terlakoni dengan ikhlas memiliki nilai pahala melimpah di sisi Allah.
  • Menjalankan Sunah Rasulullah SAW: Melaksanakan ibadah ini menjadi bukti cinta umat Islam dalam meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW.
  • Melatih Ketakwaan dan Kesabaran: Menahan lapar serta haus membiasakan diri untuk lebih disiplin dan sabar menghadapi ujian.
  • Mengendalikan Hawa Nafsu: Puasa mengajarkan seseorang untuk mengontrol keinginan dan tidak menuruti dorongan emosi.
  • Meningkatkan Rasa Syukur: Rasa lapar membangkitkan kesadaran akan besarnya nikmat rezeki yang Allah berikan setiap hari.
  • Menumbuhkan Empati Sosial: Pengalaman menahan lapar menumbuhkan kepedulian terhadap sesama yang kekurangan.
  • Sarana Introspeksi Diri: Momen puasa menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kualitas ibadah.
  • Memperbanyak Amal Saleh: Hari puasa mendorong seseorang untuk mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan berdoa.

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis

Niat Puasa Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumil-itsnaini lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Senin esok hari karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الْخَمِيسِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumil-khamīsi lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Kamis esok hari karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan

Pelaksanaan puasa Senin Kamis sama seperti puasa pada umumnya. Umat Islam memulainya dengan membaca niat, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar, lalu mengakhirinya dengan menyegerakan berbuka saat azan Magrib berkumandang.