HeadlineNasional

Rekor Tertinggi, Stok Beras Nasional Tembus 5,3 Juta Ton

×

Rekor Tertinggi, Stok Beras Nasional Tembus 5,3 Juta Ton

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Beras di gudang Bulog Sulteng. Dok. Eranesia.id

PEMERINTAH memastikan stok beras nasional berada dalam kondisi yang sangat aman. Bahkan, pasokan saat ini jauh dari ancaman kelangkaan. Hingga awal Juni 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog telah mencapai 5,3 juta ton. Angka fantastis ini sekaligus menjadi salah satu rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Di tengah melimpahnya stok tersebut, pemerintah meminta pelaku usaha tidak memainkan harga beras di pasar. Selain itu, mereka wajib memastikan distribusi berjalan lancar di seluruh daerah. Mengenai hal ini, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan tidak ada alasan bagi spekulan untuk memicu kelangkaan.

“Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan harga di lapangan karena kami sudah menerjunkan Satgas. Tidak ada beras yang langka,” kata Amran dikutip dari Liputan6.com, Senin (15/6/2026).

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah bersama Satgas Pangan Polri terus memantau berbagai wilayah secara ketat. Langkah bersama ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga.

Menariknya, Amran menyebutkan bahwa volume beras saat ini telah melebihi kapasitas normal gudang Bulog. Akibatnya, pemerintah harus menyewa ruang penyimpanan tambahan untuk menampung pasokan tersebut.

Produksi Dalam Negeri Meningkat Tajam

Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa peningkatan stok ini terjadi berkat membaiknya produksi padi dalam negeri. Bahkan, laporan Rice Outlook Mei 2026 dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) turut menyoroti capaian Indonesia.

Dalam laporan tersebut, produksi beras global periode 2025–2026 naik dari 541,3 juta ton menjadi 542,8 juta ton. Hasilnya, Indonesia mencatat kenaikan produksi terbesar bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.

Meski demikian, Indonesia memiliki volume produksi yang jauh lebih raksasa. Tercatat, produksi beras Indonesia mampu menembus angka lebih dari 30 juta ton per tahun.

Sebagai perbandingan, Nigeria hanya memproduksi sekitar 5,9 juta ton. Sementara itu, Pantai Gading memproduksi 1,7 juta ton dan Vietnam mencatat 26,2 juta ton.

Menurut Amran, capaian ini membuktikan keberhasilan berbagai program pangan pemerintah. Kondisi surplus initentu jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu. Kala itu, stok Bulog hanya berkisar 1 juta ton sehingga pemerintah sering merespons gejolak harga dengan kebijakan impor.

Oleh karena itu, Amran kembali mengingatkan para pedagang agar tidak mengambil keuntungan secara berlebihan.

“Kami sudah sepakat dengan Satgas Pangan dan seluruh Dirkrimsus se-Indonesia. Kami memantau ketat dan akan menindak tegas pedagang yang nakal,” tegas Amran.

Bulog Siap Pasok Ritel Modern

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga mendorong Bulog untuk memperkuat penjualan di pasar komersial. Strategi ini efektif memenuhi kebutuhan pasokan, terutama pada sektor ritel modern.

Terkait strategi tersebut, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memberikan tanggapannya. Ia memastikan bahwa pasokan di ritel modern tetap tersedia meskipun jumlahnya terbatas.

“Ini menjadi kesempatan bagus bagi Bulog untuk masuk. Bulog memiliki sejumlah merek beras premium seperti Befood, Punokawan, dan Setra Ramos. Dengan demikian, Bulog bisa langsung mengisi kekurangan suplai di pasar,” ujar Ketut.

Baca berita Referensi Terpercaya di Berita Eranesia.id