GUNCANGAN gempa bumi Magnitudo 6,7 yang melanda Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WITA, menyebabkan delapan warga Kabupaten Sigi terluka. Beruntung, hingga saat ini pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan data Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu per pukul 13.30 WITA, seluruh korban kini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Torabelo Palolo, Sigi.
Berikut rincian kondisi para korban. Luka berat dua orang. Mereka warga Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki. Korban mengalami patah tulang dan cedera kepala akibat tertimpa reruntuhan.
Sedangkan enam warga lainnya luka ringan dengan rincian tiga warga Kecamatan Nokilalaki, dua warga Kecamatan Palolo, dan satu warga Kecamatan Sigi.
“Seluruh korban sudah mendapatkan perawatan intensif. Saat ini tim kami di lapangan terus bersinergi dengan BPBD, TNI, dan Polri untuk memperbarui data dampak kerusakan,” ujar Kepala Basarnas Palu, Muh Rizal.
Dipicu Gempa Darat, Terjadi 21 Kali Susulan
Menurut data BMKG, pusat gempa darat sedalam 10 km ini berada di 42 kilometer tenggara Kota Palu. Meski dinyatakan tidak berpotensi tsunami, guncangan kuat yang dirasakan di Palu, Sigi, Parigi Moutong, Poso, hingga Tojo Una-Una sempat memicu kepanikan massal. Warga dilaporkan berhamburan keluar bangunan untuk menyelamatkan diri.
Hingga pukul 13.30 WITA, BMKG mencatat telah terjadi 21 kali rentetan gempa susulan. Merespons situasi yang dinamis ini, Basarnas Palu tetap menyiagakan penuh seluruh personel dan armada penyelamat demi mengantisipasi kondisi darurat lanjutan.













