GEMPA bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA memicu kepanikan warga Kota Palu.
Didorong trauma masa lalu, ribuan warga langsung menyerbu sejumlah SPBU hingga menyebabkan antrean mengular ke badan jalan dan memicu kemacetan.
Warga rela mengantre berjam-jam karena khawatir gempa susulan akan memutus pasokan listrik dan distribusi BBM.
Di SPBU Jalan Pue Bongo, Andi Radi mengaku sengaja mengisi penuh tangki motornya demi keamanan.
“Lebih baik antisipasi. Kalau bensin penuh, kita merasa lebih tenang jika sewaktu-waktu harus mengungsi,” ujarnya.
Kondisi serupa terlihat di SPBU Jalan Imam Bonjol. Jamlia warga Palu lainnya yang mengantre membawa jeriken, teringat pengalaman kelam gempa 2018 silam.
“Dulu kan kita semua kesusahan BBM, SPBU tutup semua. Makanya selagi ada kesempatan, isi memang,” imbuhnya.
Hingga sore hari, antrean masih padat seiring terjadinya puluhan gempa susulan berdasarkan data BMKG.
Untuk menjaga ketertiban, aparat kepolisian mulai disiagakan di pelbagai SPBU.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, serta menegaskan bahwa stok dan pasokan BBM untuk wilayah Palu dalam kondisi aman.













