KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) kembali menunjukkan komitmen kuatnya. Mereka terus konsisten dalam memerangi peredaran gelap narkotika.
Polda Sulteng menggelar acara pemusnahan ini di halaman Mapolda, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palu. Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) memusnahkan barang bukti sabu-sabu dalam jumlah fantastis. Total barang haram tersebut mencapai 19.165,6 gram atau sekitar 19 kilogram.
Pemusnahan ini menjadi bukti akumulasi keberhasilan Ditresnarkoba Polda Sulteng. Mereka mencapai hasil ini setelah membongkar lima kasus berbeda.
Dari kelima kasus tersebut, polisi menangkap total 13 tersangka. Saat ini, seluruh tersangka sudah mendekam di balik jeruji besi.
Sebelum menggelar pemusnahan besar ini, Polda Sulteng sebenarnya telah menyita total 27.775,8 gram sabu-sabu. Polisi sudah memusnahkan sebanyak 8.610,2 gram di antaranya pada tahap sebelumnya. Tidak hanya sabu-sabu, petugas juga sukses mengamankan 53.455 butir obat-obatan berbahaya siap edar.
Kapolda Sulteng, Brigjen Nasri, menjelaskan bahwa ke-13 tersangka bergerak dalam lima jaringan terpisah. Kelompok RRJ, AMS, BIM, AB, JAS, dan WD membawa barang bukti 16 kilogram.
Sementara itu, tersangka A dan N menguasai 2,5 kilogram. Polisi juga menciduk MS (600 gram), FM dan HN (104 gram), serta RG dan R (90 gram).
“Jika kita mengasumsikan satu gram sabu-sabu dapat merusak lima orang, pemusnahan ini menyelamatkan puluhan ribu jiwa. Kita berhasil menyelamatkan generasi muda dari jerat narkotika,” tegas Nasri saat konferensi pers, Jumat (26/6/2026).
Dukung Asta Cita Presiden
Langkah tegas ini merupakan komitmen penuh Polda Sulteng. Mereka siap mendukung Program Asta Cita Presiden untuk mewujudkan Indonesia bersih narkoba.
“Namun, tantangan ke depan pasti tidak mudah. Evaluasi kepolisian menunjukkan adanya pergeseran taktik dari para bandar,” ungkap Nasri.
Ia menjelaskan, para pelaku kini mulai memanfaatkan transportasi udara. Mereka menggunakan pesawat komersial untuk meloloskan barang haram tersebut.
Oleh karena itu, Polda Sulteng kini memperketat barikade. Polisi meningkatkan koordinasi dengan otoritas bandara guna mempersempit ruang gerak penyelundupan.
Sasar Lingkungan Kampus
Direktur Ditresnarkoba Polda Sulteng, Kombes Pribadi Sembiring, menambahkan sebuah fakta mengejutkan. Hasil penyelidikan timnya menemukan keterlibatan oknum mahasiswa dalam jaringan ini.
“Fenomena ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di Sulawesi Tengah,” tegas Sembiring.
Merespons realitas tersebut, pihak kepolisian langsung mengambil langkah preventif. Mereka segera menggandeng pelbagai perguruan tinggi setempat. Sinergi itu akan hadir dalam bentuk edukasi masif. Polisi juga akan menggelar sosialisasi dan penyuluhan berbasis kampus secara berkala.
“Narkoba adalah musuh bersama. Kami butuh peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia akademik. Mari menjaga generasi penerus bangsa agar tidak menyentuh barang haram ini,” tandasnya.














