PEMERINTAH Kota Palu memperpanjang masa pembelajaran daring TK hingga SMP akibat kualitas udara yang kembali memburuk dan tergolong tidak sehat.
Keputusan tersebut disampaikan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, bersama Kalak BPBD Kota Palu, Presly Tampubolon, di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (21/10/2026).
Hadianto menjelaskan, kualitas udara sempat membaik dua hingga tiga hari lalu.
Namun, data terbaru BMKG menunjukkan penurunan kembali. Pemantauan partikulat mencatat PM1 sebesar 157 µg/m³, PM2.5 sebesar 150 µg/m³, dan PM10 sebesar 159 µg/m³ yang seluruhnya masuk kategori tidak sehat.
“Artinya, udara Kota Palu saat ini masih dalam kondisi kurang baik atau tidak sehat,” kata Hadianto.
Pemkot Palu akan memantau perkembangan kualitas udara hingga pekan ini. Kepastian mengenai pembelajaran tatap muka pada Senin, 26 Oktober 2026, akan diumumkan setelah evaluasi tersebut.
“Kami berharap pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan. Mari kita berdoa semoga kondisi udara makin membaik,” tambah Hadianto.
Selain itu, Hadianto mengimbau para orang tua untuk menjaga kesehatan anak-anak. Warga yang kurang sehat atau memiliki riwayat penyakit pernapasan dan jantung diminta disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Satuan pendidikan juga diinstruksikan mematuhi seluruh edaran resmi demi keselamatan bersama.













