ANGKA balita stunting di Kota Palu, Sulawesi Tengah berhasil turun. Data menunjukkan penurunan dari 1.030 anak pada Agustus 2026 menjadi 993 anak.
Capaian ini menjadi pembahasan utama rapat evaluasi. Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin rapat di Bappeda, Senin (19/10/2026).
Imelda mengapresiasi kinerja seluruh organisasi perangkat daerah dan tenaga kesehatan. Tren positif ini memicu semangat penanganan stunting di lapangan.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya akurasi data. Data yang presisi memastikan intervensi gizi tepat sasaran.
“Pembenahan data harus berjalan searah dengan aksi lapangan. Data akurat membantu kita menyalurkan bantuan secara tepat,” tegas Imelda dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (20/10/2026).
Rapat tersebut juga menuntaskan kendala penginputan data teknis. Imelda meminta petugas lapangan selalu disiplin dan tidak menunda pelaporan.
“Jangan pernah menunda penginputan data. Segera komunikasikan setiap kendala agar kita selesaikan bersama,” tambahnya.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkot Palu makin optimistis. Program percepatan penurunan stunting bakal berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.













