KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia merilis data terbaru yang mengkhawatirkan tentang kondisi kesehatan generasi muda. Sebanyak 663 ribu anak di Indonesia mengalami lonjakan tekanan darah atau indikasi hipertensi dini.
Temuan ini menjadi peringatan serius bagi orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat. Tekanan darah tinggi yang selama ini identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai menyerang anak-anak dan remaja.
Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai komplikasi serius jika tenaga medis tidak segera menanganinya. Risiko yang mengintai antara lain kerusakan ginjal, gangguan jantung, hingga stroke pada usia produktif.
Hasil skrining kesehatan nasional hingga pertengahan 2026 menunjukkan lonjakan tekanan darah pada kelompok usia sekolah, yakni 6 hingga 18 tahun.
“Data itu menunjukkan pergeseran pola penyakit tidak menular (PTM). Penyakit yang sebelumnya banyak menyerang orang dewasa kini mulai mengancam kelompok usia muda,” tulis Kemenkes dikutip dari Mediaindonesia.com, Kamis (28/5/2026).
Kemenkes menilai, pola hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicu utama kondisi tersebut. Konsumsi makanan tinggi garam dan gula, minimnya aktivitas fisik, paparan asap rokok, serta tingginya penggunaan gawai turut mendorong peningkatan kasus hipertensi dini.
Merespons kondisi itu, Kemenkes mendorong penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kemenkes meminta sekolah rutin melakukan skrining tekanan darah sebagai langkah deteksi dini.
Kemenkes juga mengimbau para orang tua menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga melalui pola CERDIK.
CERDIK meliputi cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, terapkan diet seimbang dengan membatasi garam dan gula, istirahat cukup, serta kelola stres dengan baik.
Selain itu, pemerintah tengah mengkaji penerapan label gizi yang lebih ketat pada produk pangan olahan.
Pemerintah berharap kebijakan ini membantu masyarakat memilih makanan sehat bagi anak-anak. Pemerintah juga menargetkan langkah tersebut dapat menekan ancaman hipertensi sejak usia dini dan menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.













