EkonomiPolitik

Ketua Komisi V Minta Ekspansi Alfamart-Indomaret Tidak Masuk Desa

×

Ketua Komisi V Minta Ekspansi Alfamart-Indomaret Tidak Masuk Desa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sejumlah kendaraan bermotor melintas di depan salah satu ritel modern yang beroperasi di kawasan industri nikel PT IMIP di Bahodopi, Kabupaten Morowali. Dok: Humas PT IMIP/Eranesia.id

KETUA Komisi V DPR RI, Lasarus, mengusulkan pembatasan minimarket hingga tingkat kabupaten dan kecamatan. Ia ingin menjaga keberlangsungan perekonomian desa.

Ia menyampaikan pernyataan itu untuk meluruskan isu bahwa Komisi V DPR RI mendukung penutupan seluruh gerai Alfamart dan Indomaret di Indonesia. Ia menegaskan hanya mengusulkan pembatasan ekspansi, bukan penutupan total.

“Saya menyampaikan pemikiran supaya Alfamart dan Indomaret cukup sampai kabupaten dan kecamatan saja. Biarlah kebutuhan pokok masyarakat desa dan dusun memberi kesempatan kepada pedagang sembako, BUMDes, atau koperasi desa,” ujar Lasarus dikutip dari Kompas.com, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, usulan itu muncul dari keluhan masyarakat desa. Para pedagang toko kelontong mengaku kesulitan bersaing.

Banyak pelaku usaha kecil kalah bersaing dengan jaringan ritel modern. Jaringan tersebut terus memperluas ekspansi hingga ke pelosok desa.

“Atas dasar itu, saya mengusulkan pembatasan gerai Alfamart dan Indomaret sampai kabupaten dan kecamatan. Tujuannya agar ekonomi desa tetap bergerak dan pedagang lokal mendapat ruang,” ungkap Lasarus.

Lasarus juga menyatakan dukungan kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto. Yandri menilai keberadaan minimarket sudah merajalela dan perlu dihentikan demi Koperasi Desa Merah Putih.

Dalam rapat Komisi V DPR pada 12 November 2025, Lasarus meminta pemerintah menyiapkan peta jalan penataan minimarket. Ia menilai pemerintah perlu menyusun langkah yang jelas dan terukur.

“Harus ada roadmap yang jelas untuk mengatur keberadaan Indomaret dan Alfamart,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa Yandri akan menghadapi tantangan besar. Ia meyakini para pelaku usaha menyiapkan langkah antisipasi.

“Tentu akan ada tantangan. Kita hadapi dengan baik,” ujarnya.

Lasarus menilai BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih lebih penting bagi masyarakat desa. Ia mendorong Yandri memperkuat desa melalui usaha milik desa.

“Dominasi desa dengan BUMDes. Kita dukung penuh,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yandri menyatakan Kopdes Merah Putih harus berjalan optimal. Ia meminta pemerintah menghentikan ekspansi minimarket di desa jika koperasi sudah kuat.

Ia menegaskan, pemerintah harus berpihak kepada masyarakat desa. Menurutnya, dominasi minimarket dapat mengancam koperasi desa karena jumlah gerainya sangat banyak dan tersebar luas.

“Kalau Kopdes sudah berjalan, Alfamart dan Indomaret cukup sampai di situ,” ujar Yandri.

Sumber : Kompas.com | Editor : Muh Taufan