PRESIDEN RI, Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan (groundbreaking) pabrik baja nirkarat (stainless steel) berbasis nikel di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Prabowo menyampaikan, proyek ini merupakan bagian dari hilirisasi tahap kedua. Tahap ini mencakup 13 proyek dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun.
Rinciannya meliputi 5 proyek sektor energi, 5 proyek mineral, dan 3 proyek pertanian.
“Pada tahap pertama ada 13 proyek di 13 lokasi. Tahun ini kita akan menambah enam proyek hilirisasi lagi. Ke depan akan terus bertambah, mungkin hingga tahap keempat, kelima, dan keenam,” ungkapnya dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (1/5/2026).
Pabrik baja nirkarat tersebut dikembangkan oleh PT Krakatau Steel melalui kerja sama dengan Tsingshan Group asal Tiongkok. Fasilitas ini memproduksi steel slab dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun.
Produksi pabrik memanfaatkan nikel dalam negeri melalui proses peleburan dan pemurnian modern. Langkah ini memperkuat pemanfaatan sumber daya mineral nasional di sektor industri hilir.
“Inisiatif ini meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri sekaligus membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan industri secara berkelanjutan,” tulis Danantara dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Selain pabrik baja nirkarat, proyek hilirisasi ini juga mencakup sektor energi, logam dan mineral, material konstruksi, serta agroindustri.
Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan impor, memperkuat rantai pasok nasional, dan meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik.
Program ini juga mendorong perluasan lapangan kerja serta aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
“Hilirisasi menjadi instrumen strategis untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri melalui pengolahan dan industrialisasi sumber daya alam,” sambung Danantara.
Selain itu, hilirisasi juga memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Ketergantungan pada rantai pasok global dapat berkurang, terutama dalam situasi yang dipengaruhi dinamika geopolitik.
Penguatan rantai pasok dalam negeri diharapkan dapat menjamin ketersediaan kebutuhan nasional.
Langkah ini juga mendorong transformasi ekonomi menuju industri bernilai tambah tinggi.
Sumber : CNBC Indonesia | Editor : Muh Taufan













