KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, optimistis dengan peluang Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia di masa depan. Menurutnya, kesempatan tersebut kini jauh lebih terbuka lebar.
Erick menjelaskan, FIFA sekarang menerapkan format baru dengan melibatkan 48 negara peserta. Sistem ini membuat sebuah negara sulit menjadi penyelenggara tunggal.
Negara sebesar Amerika Serikat saja harus menggandeng Meksiko dan Kanada untuk menggelar turnamen akbar tersebut.
Kondisi inilah yang membuat skema joint bidding (tuan rumah bersama) menjadi sangat realistis bagi Indonesia. Sebelumnya, Indonesia sempat membidik Piala Dunia 2034 bersama Australia. Namun, langkah itu terhenti setelah FIFA memilih Arab Saudi.
Kini, pria yang juga menjabat sebagai Menpora tersebut mulai memetakan target baru, yaitu Piala Dunia 2042.
“Edisi berikutnya setelah Arab Saudi adalah tahun 2038. Saya belum tahu apakah Asia punya kesempatan lagi saat itu. Jadi, tahun 2042 mungkin bisa lebih fleksibel,” ujar Erick dikutip dari BolaSport.com, Kamis (25/6/2026).
Erick menambahkan, rotasi antar-konfederasi akan sangat menentukan peluang Indonesia. Setelah benua Eropa dan Asia (Arab Saudi) menjadi tuan rumah, FIFA kemungkinan besar akan menggeser jatah ke Afrika atau Amerika Latin sebelum kembali ke Asia.
Oleh karena itu, Indonesia berencana menyiapkan strategi baru dengan menggandeng negara tetangga.
“Jika nanti melakukan bidding lagi, kami mungkin akan maju bersama negara-negara Asia Tenggara. Pilihan lainnya adalah berkolaborasi dengan Oseania, seperti Australia dan Selandia Baru. Kita lihat saja nanti,” pungkas Erick.













