SAVE the Children (StC) Indonesia dan Cargill memberikan piagam apresiasi kepada tiga mitra pelaksana Program EMPOWER.
Mereka adalah Yayasan Panorama Alam Lestari (YPAL), Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP), dan Yayasan Wajo.
StC mengapresiasi kontribusi ketiga yayasan tersebut dalam menyukseskan program di Sulawesi.
StC dan Cargill menyerahkan piagam tersebut dalam Lokakarya Program EMPOWER di Kota Palu, Kamis (20/8/2026).
StC menggelar acara bertajuk “Membangun Masa Depan Kakao Berkelanjutan: Sinergi Lintas Sektor untuk Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Komunitas di Sulawesi” di salah satu hotel Palu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mewakili Gubernur Sulawesi Tengah menghadiri acara ini.
StC juga mengundang perwakilan Kementerian PPPA, Bappenas, pemerintah daerah dari Poso hingga Wajo, organisasi masyarakat sipil, serta pelaku rantai pasok kakao.
Direktur Humanitarian dan Program Operation Save the Children Indonesia, Fadli Usman, menjelaskan Program EMPOWER mengatasi persoalan pekerja anak.
“Program ini mencakup perlindungan anak, dukungan mata pencaharian, serta pemberdayaan perempuan dan pemuda,” terangnya.
Fadli mengapresiasi mitra lokal yang aktif mendampingi masyarakat. Pemberian piagam ini merayakan kolaborasi sekaligus memotivasi mitra memperkuat perlindungan anak dan pemberdayaan komunitas.
“Lokakarya ini membagikan capaian dan praktik baik implementasi program. Kegiatan ini juga memperkuat komitmen pemangku kepentingan menjaga keberlanjutan sistem perlindungan anak di sentra kakao” ungkapnya.
Para peserta mendiskusikan sinergi lintas sektor guna menciptakan rantai pasok kakao bebas pekerja anak. Forum ini menyoroti peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan ekonomi dan pelibatan generasi muda.
Save the Children dan Cargill mengharapkan kelanjutan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal.
Kemitraan ini memastikan manfaat Program EMPOWER berdampak panjang bagi komunitas kakao di Sulawesi.














