BANYAK orang menganggap secangkir kopi saat sahur sebagai solusi cepat untuk mencegah kantuk ketika bekerja atau berkendara di pagi hari selama Ramadan. Padahal, kebiasaan ini tidak selalu tepat.
Pakar kesehatan mengingatkan bahwa konsumsi kafein saat sahur bisa menimbulkan dampak yang kurang baik bagi tubuh, terutama jika tidak diimbangi pola tidur dan asupan cairan yang cukup.
Risiko Dehidrasi karena Efek Diuretik
Dokter dan ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen menjelaskan, bahwa kopi bersifat diuretik. Artinya, kopi merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil. Kondisi ini dapat mempercepat berkurangnya cadangan cairan tubuh.
Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut, risiko dehidrasi meningkat saat puasa karena tubuh tidak mendapat asupan cairan hingga waktu berbuka. Dehidrasi ringan saja sudah bisa menimbulkan:
- Rasa lemas berlebihan
- Sakit kepala atau pusing
- Penurunan konsentrasi dan daya ingat
- Mulut serta tenggorokan terasa kering
Kantuk Saat Puasa Bukan karena Kurang Kafein
Tan menegaskan, bahwa rasa kantuk saat berpuasa lebih sering terjadi karena perubahan pola tidur. Aktivitas ibadah malam dan kewajiban bangun sahur membuat waktu istirahat berkurang.
“Tidur adalah bagian dari kebutuhan dasar tubuh. Orang dewasa memerlukan enam sampai tujuh jam tidur,” ujarnya dikutip dari Mediaindonesia.com, Rabu (24/2/2026).
Jika durasi tidur tidak terpenuhi, tubuh tetap terasa lelah meski sudah minum kopi. Oleh karena itu, pengaturan waktu tidur menjadi kunci menjaga kebugaran selama Ramadan.
Cara Menjaga Fokus Tanpa Bergantung pada Kopi
Daripada mengandalkan kopi saat sahur, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga energi dan konsentrasi:
1. Atur Waktu Tidur Lebih Awal
Segera tidur setelah menyelesaikan aktivitas malam agar kebutuhan tidur 6–7 jam tetap terpenuhi sebelum sahur.
2. Manfaatkan Power Nap
Tidur singkat selama 15–30 menit di siang hari dapat membantu memulihkan energi dan meningkatkan fokus tanpa mengganggu tidur malam.
3. Penuhi Kebutuhan Cairan
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan pola 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam, dan dua gelas saat sahur. Utamakan air putih dibandingkan minuman manis atau tinggi kafein.
Bolehkah Minum Kopi Saat Sahur?
Minum kopi dalam jumlah kecil tetap boleh bagi yang sudah terbiasa. Namun, imbangi dengan konsumsi air putih lebih banyak agar tubuh tidak kekurangan cairan.
Untuk waktu yang lebih aman, konsumsi kopi sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka. Cara ini membantu mengurangi risiko gangguan lambung dan dehidrasi pada siang hari.
Jika harus berkendara jauh saat berpuasa, pastikan Anda tidur cukup pada malam sebelumnya. Berhentilah sejenak untuk beristirahat jika rasa kantuk muncul di perjalanan.
Dengan pola tidur teratur dan asupan cairan yang cukup, Anda dapat menjalani puasa dengan lebih bugar tanpa harus bergantung pada kopi saat sahur.
Sumber : Mediaindonesia.com | Editor : Muh Taufan














