OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif hasil asesmen FTSE Russell. FTSE merilis FTSE Equity Country Classification March 2026 Interim Announcement pada 7 April 2026.
Indonesia tetap masuk kategori Secondary Emerging Market, setara dengan Tiongkok dan India. FTSE Russell juga tidak menempatkan Indonesia ke dalam Watch List.
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, menilai penilaian ini mencerminkan progres positif.
“Delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal menunjukkan hasil baik dan kredibel di mata global index providers,” ujar Agus dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (9/4/2026).
FTSE Russell menekankan pentingnya penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola pasar. Lembaga ini akan terus memantau pelaksanaan reformasi.
Agus menegaskan, OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO) menjalankan kebijakan strategis untuk memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia.
OJK menuntaskan empat proposal penguatan transparansi yang sebelumnya disampaikan kepada global index providers:
- Menyediakan data kepemilikan saham di atas 1 persen;
- Memperluas klasifikasi investor menjadi 39 kategori;
- Menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen;
- Menerapkan pengumuman High Shareholding Concentration (HSC) sebagai early warning bagi investor.
OJK juga memperkuat transparansi melalui pelaporan Pemilik Manfaat untuk pemegang saham dengan kepemilikan 10 persen atau lebih.
Agus menilai, pengakuan reformasi meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun global.
“Hasil ini menegaskan bahwa kebijakan Indonesia sejalan dengan praktik terbaik internasional,” ungkapnya.
OJK berencana melanjutkan reformasi secara konsisten dan terukur. OJK juga memperkuat komunikasi dengan global index providers, termasuk FTSE Russell.
Langkah ini memastikan kebijakan berjalan efektif dan berdampak nyata pada kualitas pasar.
OJK menegaskan, komitmen menjaga stabilitas pasar dan memperkuat perlindungan investor. OJK juga mendorong pengembangan produk dan perluasan basis investor.
Dengan fundamental ekonomi domestik yang kuat dan sinergi kebijakan berkelanjutan, OJK yakin pasar modal Indonesia akan semakin kredibel, inklusif, dan berdaya saing global.
Rilis | Editor : Muh Taufan













